NTTBersuara.id,KUPANG,–Menanggapi keluhan kelangkaan dan lonjakan harga minyak tanah di pasaran, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo melakukan inspeksi mendadak ke Pangkalan Minyak Tanah Kachuga, Jalan Pisang, Kelurahan Oebobo, Jumat 14 Agustus 2026. Bersama Sekda Jeffry E. Pelt, jajaran pemerintah daerah, dan perwakilan Pertamina, Wali Kota meninjau langsung ketersediaan sekaligus membahas penambahan pasokan.
Wali Kota menyatakan akan segera mengajukan penambahan kuota minyak tanah sebesar 500 kiloliter kepada pihak terkait. Kebutuhan Kota Kupang pada 2025 mencapai sekitar 22.000 kiloliter, sedangkan kuota yang tersedia di 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 21.000 kiloliter atau berkurang 2,2 persen.
Namun, Wali Kota menegaskan persoalan di lapangan bukan semata-mata soal jumlah pasokan, melainkan pola distribusi. “Jangan ada yang membeli dalam jumlah besar, menimbun, lalu menjual kembali dengan harga mahal. Masyarakat sebaiknya membeli langsung di pangkalan, bukan melalui pengecer yang harganya tidak terkontrol,” ujarnya.
Kota Kupang saat ini memiliki lima agen dan 836 pangkalan. Wali Kota meminta setiap pangkalan memprioritaskan warga sekitar wilayah pelayanan agar pasokan merata dan tidak dimonopoli oknum.
Pertamina Tegaskan Sanksi Tegas bagi Penjual di Atas HET
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga NTT, Mohammad Ali Uraidy, memperingatkan pangkalan yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dapat dikenakan sanksi hingga pemutusan kerja sama. Masyarakat diminta melaporkan pelanggaran melalui Call Center Pertamina 135 atau Disperindag Kota Kupang.
Satu pangkalan rata-rata menerima kuota sekitar 600 liter per minggu atau 2.400 liter per bulan. Pemilik Pangkalan Kachuga, Maria Theresa Guteres, menyebut kebutuhan warga sekitar cukup tinggi karena minyak tanah digunakan untuk memasak hingga kebutuhan air dan mandi. Pihaknya berupaya mengatur pembelian agar pasokan dinikmati secara adil.
Wali Kota mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi, tidak membeli berlebihan, dan melaporkan praktik penimbunan agar minyak tanah dapat diperoleh warga dengan harga wajar dan terjangkau.
(lya)














Komentar