GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Business Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Gubernur NTT: Ekonomi Tumbuh 5,14% Tahun 2025 – Dorong Sinergi untuk Percepat Transformasi Ekonomi

Gubernur NTT: Ekonomi Tumbuh 5,14% Tahun 2025 – Dorong Sinergi untuk Percepat Transformasi Ekonomi

NTTBersuara.id,KUPANG, –Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri acara Flobamora Business and Economic Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur bertempat di Hotel Harper Kupang pada Kamis 23 April 2026. Forum yang mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera” ini menjadi bentuk komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, juga didukung perumusan kebijakan berbasis riset dengan peluncuran program kajian dan riset kebijakan ekonomi bertajuk “Karsa Nusa”. Program ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis melalui kontribusi akademisi, pelaku usaha, dan aparatur sipil negara.

Pertumbuhan Ekonomi 5,14%, Fondasi Ekonomi Semakin Kuat

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan bahwa kinerja ekonomi NTT pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. “Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,14% (year on year), meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,87%, dengan inflasi yang tetap terjaga pada level 2,39%. Capaian ini mencerminkan fondasi ekonomi daerah yang semakin kuat di tengah dinamika transformasi ekonomi nasional,” ungkap Gubernur.

Gubernur menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi NTT memiliki karakter yang relatif inklusif, terutama karena ditopang oleh sektor pertanian yang menyerap sebagian besar tenaga kerja. Dengan tingginya kontribusi sektor ini, pertumbuhan ekonomi dinilai mampu menjangkau sebagian besar masyarakat.

OJK Perpanjang Waktu Pelaporan Laporan Keuangan Asuransi dan Kewajiban SLIK – Berikan Ruang Penyesuaian Industri

“Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi daerah melalui peningkatan produksi di berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif. Upaya hilirisasi komoditas unggulan juga menjadi fokus utama guna meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam daerah,” kata Gubernur Melki.

Ia mengungkapkan, pendekatan pembangunan berbasis kawasan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru (polisentris) terus didorong agar pertumbuhan ekonomi tidak terpusat di satu wilayah saja. Berbagai inisiatif strategis juga tengah dikembangkan, seperti pengembangan kawasan produksi garam di Rote, industri perikanan dan udang di Sumba Timur, serta penguatan klaster ekonomi di berbagai wilayah NTT.

Gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem kewirausahaan di NTT. Menurutnya, keterbatasan jumlah pelaku usaha di berbagai level menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi. “Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk menciptakan lebih banyak wirausaha baru, khususnya di sektor produktif terutaman bagi mahasiswa-mahasiswa saat ini,” ucapnya.

Gubernur menekankan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

BI: Proyeksi Pertumbuhan 2026 di Kisaran 4,94% hingga 5,54%

OJK Sambut Baik Update Asesmen MSCI – Reformasi Pasar Modal Dinyatakan Berkontribusi pada Transparansi dan Integritas

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menyampaikan bahwa kinerja ekonomi NTT pada tahun 2025 juga menunjukkan capaian yang solid dengan pertumbuhan sebesar 5,14% (year on year), lebih tinggi dibandingkan rata-rata pra-pandemi dan sedikit di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,12%.

“Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan administrasi pemerintahan, serta didukung oleh konsumsi dan ekspor yang tetap kuat. Peningkatan produksi turut berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat,” kata Adidoyo.

Adidoyo menjelaskan memasuki tahun 2026, perekonomian dihadapkan pada berbagai tantangan global dan domestik, termasuk ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga komoditas internasional, gangguan rantai pasok, serta pengetatan kebijakan fiskal. Kondisi ini turut memengaruhi iklim investasi dan stabilitas harga di dalam negeri.

Ia memaparkan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2026 berada pada kisaran 4,94% hingga 5,54% (year on year), dengan optimisme bahwa pertumbuhan dapat tetap terjaga melalui berbagai upaya strategis. Upaya tersebut meliputi penguatan program ekonomi kerakyatan, percepatan pembangunan proyek strategis, serta peningkatan produksi komoditas unggulan daerah.

“Selain itu, pengembangan sektor potensial seperti industri pengolahan, perdagangan, dan akomodasi makan minum juga menjadi fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di masa mendatang. Hilirisasi komoditas unggulan seperti rumput laut, jambu mete, dan kopi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah,” jelasnya.(lya)

OJK Dorong Semangat Kartini untuk Budaya Kerja Berintegritas – Peran Perempuan Jadi Kunci Penguatan Tata Kelola

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement