GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Peluncuran Film Dokumenter “Matahari Dalam Tanah” Tingkatkan Pemahaman Energi Terbarukan dari Bumi

Peluncuran Film Dokumenter “Matahari Dalam Tanah” Tingkatkan Pemahaman Energi Terbarukan dari Bumi

NTTBersuara.id,KUPANG,–Film dokumenter berjudul “Matahari Dalam Tanah” karya putra-putri Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi diluncurkan pada Minggu 1 Maret 2026. Acara peluncuran berlangsung di Ballroom Palacio Hotel Aston Kupang dan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, pejabat, dan pegiat media.

Film ini mengangkat tema “Perjuangan Menggali Energi Panas yang Tersimpan dan Berasal dari Dalam Bumi” sebagai pesan utama dalam keberlanjutan dan pengembangan energi terbarukan dari sumber alam Indonesia Timur.

“Film ini merupakan karya yang menggambarkan perjuangan dan potensi energi bumi kita,” ujar salah satu narasumber dalam acara tersebut.

Peluncuran film ini menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas tentang energi panas bumi yang potensial dan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat setempat. “Karya ini menjadi jembatan edukasi penting tentang energi terbarukan dari dalam bumi,” tambah salah satu produser.

Acara ini dihadiri oleh Senior Manager PLN UIP Nusa Tenggara, Bruli Victor Tarigan, dan Senior Manager Transmisi & Distribusi PLN UIW NTT, Suparje Wardiyono. Mereka menyampaikan dukungan penuh dan berharap film ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai energi panas bumi.

UMKM Finance Summit 2026: Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.948,72 Triliun, OJK Bentuk Grup Kerja Percepat Akses

Selain pejabat PLN, turut hadir dari aparat penegak hukum seperti Kombes Pol. Henry Novika Chandra, perwakilan dari Kejaksaan, media massa, serta tokoh masyarakat dan pelaku seni film dokumenter.

Mayoritas undangan tampak antusias menyaksikan pemutaran film yang berdurasi 1 jam 7 menit ini. “Ini karya penting yang perlu didukung agar masyarakat paham manfaatnya,” ujar salah satu peserta dari kalangan wartawan.

Cerita dan Pesan Utama Film “Matahari Dalam Tanah”

Film ini berisi cerita mengenai Mira, seorang mahasiswa dari Suku Dalam Atadei di Kabupaten Lembata, yang berusaha memahami dan mencari jawaban tentang proyek geothermal yang sedang dibangun di kampung halamannya.

“Film ini menyampaikan pesan bahwa harus ada komunikasi yang efektif antara pihak pengembang dan masyarakat,” kata Mira, pemeran utama yang juga berperan sebagai narator.

Peringati HUT ke-49 Pasar Modal, OJK Luncurkan ETF Emas dan Tegaskan Prioritas Utama Penguatan Integritas

Ceritanya berlanjut ke Kabupaten Manggarai, tempat proyek geothermal PLTP Ulumbu beroperasi. Dari cerita ini, masyarakat mendapatkan gambaran bahwa pembangunan tersebut berjalan baik dan bermanfaat bagi lingkungan serta masyarakat lokal.

“Proyek ini sangat membantu masyarakat, listrik yang dihasilkan bisa menopang kebutuhan warga di Pulau Flores,” ujar pemeran utama, Maria S Maunino.

Selain itu, film ini juga menunjukkan bahwa kehadiran proyek geothermal di wilayah tersebut memberi harapan dan manfaat nyata, seperti peningkatan ekonomi, pekerjaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap energi terbarukan.

“Para warga merasa bangga karena ada manfaat langsung dari proyek ini,” tambah Maria.

Perjalanan dan Pelajaran dari Video Dokumenter

Gubernur Melki: Literasi Keuangan Sejak Dini Kunci Siapkan Generasi Muda Hadapi Masa Depan

Film ini menampilkan perjalanan Mira ke proyek geothermal lainnya di Mataloko, Ngada, yang sedang dalam tahap pembangunan dan sempat muncul fenomena manifestasi panas bumi yang sempat membuat warga cemas.

“Ternyata itu normal dan tidak berbahaya, tetapi masyarakat harus diberi penjelasan yang lengkap,” kata Mira dalam film.

Ia menegaskan bahwa pentingnya komunikasi dan edukasi agar masyarakat tidak salah paham dengan keberadaan energi ini. “Yang mereka butuhkan adalah penjelasan yang lengkap agar mereka paham bahwa energi ini ramah lingkungan dan manfaatnya besar,” ujarnya.

Film ini juga menampilkan penjelasan dari pihak-pihak terkait yang menyatakan bahwa pembangunan energi panas bumi akan memberi manfaat besar bagi daerah dan nasional.

“Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga membantu pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar area proyek,” ungkap salah satu narasumber dari PLN.

Peran Pemeran dan Narasi dalam Film

Selain Mira, film ini juga diperankan oleh tokoh lain seperti Vinsensius Nuba sebagai Kepala Desa Nubahaeraka, Agustina Tuto sebagai ibu Mira, dan Damasus Taru sebagai ayah Mira. Mereka memainkan peran secara utuh dan emosional, sehingga pesan yang ingin disampaikan lebih mengena.

“Saya sangat bangga bisa berperan dalam karya edukatif ini, karena saya ingin masyarakat paham manfaat energi dari bumi kita,” kata pemeran utama, Maria S Maunino.

Sutradara, Faldo Lango, menyampaikan bahwa pembuatan film ini dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab. “Karya ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan menjadi referensi utama masyarakat sebelum memutuskan mendukung pembangunan proyek geothermal,” katanya.

Dukungan dan Harapan dari Media dan PLN

Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion D.B Putra, menyampaikan bahwa film ini adalah karya terbaik dari putra-putri NTT di bidang perfilm-an yang dipersembahkan oleh Tribun EO bersama PLN UPP Nusra dan Pos Kupang.

“Ini adalah langkah yang tepat untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan,” tegas Dion.

Bruli Victor Tarigan, Senior Manager PLN UIP Nusa Tenggara, menambahkan bahwa pesan film ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi ramah lingkungan dan keberlanjutan.

“Semoga masyarakat dan pemerintah terus mendukung pembangunan energi panas bumi yang ramah lingkungan ini,” ujarnya.

Pesan Moral dan Penutup

Dalam sambutan terakhir, para produser menegaskan bahwa pesan utama film ini adalah pentingnya mendengar penjelasan, menerima informasi lengkap, dan memahami manfaat energi bumi secara obyektif.

“Jangan langsung menolaknya, tapi gali pengetahuannya melalui film ini, agar kita semua bisa mengambil keputusan yang bijak,” ujar Clara Marly, produser film tersebut.

Film “Matahari Dalam Tanah” diharapkan menyebar luas dan menjadi media edukasi yang mampu membangun kesadaran masyarakat serta mendukung pengembangan energi terbarukan nasional.

Melalui karya ini, generasi muda dan masyarakat di Indonesia Timur dapat lebih memahami potensi energi alam di sekitar mereka, serta mendorong pengembangan negeri yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Peluncuran film dokumenter ini menjadi bukti bahwa karya seni dan jurnalistik mampu bersinergi dalam menyampaikan pesan penting terkait energi terbarukan. Semoga karya ini bisa memberi manfaat besar untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan semakin menyatakan bahwa bumi kita menyimpan energi besar di balik lapisan tanahnya.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement