NTTBersuara.id,KUPANG,– Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa sekaligus peluncuran produk One Village One Product (OVOP) di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat 27 Februari 2026 siang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang, Camat Kupang Barat, serta para pelaku UMKM dari Desa Bolok.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi NTT untuk memberdayakan ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat kapasitas para pelaku usaha kecil, kelompok tani, dan UMKM di wilayah pedesaan. Sebanyak 160 desa di seluruh NTT akan menjadi lokus program, dengan setiap perangkat daerah provinsi secara langsung mendampingi desa binaan masing-masing. Untuk Desa Bolok sendiri, kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT.
Sebagai wujud nyata komitmen untuk membangun kemandirian ekonomi desa, pendampingan di Desa Bolok difokuskan pada budidaya ternak babi dan pengolahan daging se’i babi.
Dalam acara tersebut, diluncurkanlah produk OVOP Desa Bolok yang diberi nama Se’i Babi Kikikaka. Berbeda dengan produk se’i yang umum ditemukan di Kota Kupang, Se’i Kikikaka dikemas dalam berbagai ukuran yang praktis, sehingga siap dipasarkan secara luas.
Gubernur Melki Laka Lena, dalam sambutannya, menegaskan bahwa desa dengan segala potensi yang dimilikinya harus didorong untuk mengoptimalkan produk unggulan yang siap bersaing di pasar. Menurutnya, program OVOP harus mampu menghasilkan produk konkret dari setiap desa.
“Ini bagian dari program Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan pendampingan kepada desa dan kelurahan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat. Setiap desa memiliki potensi unggulan yang harus kita olah dan optimalkan,” ujar Gubernur Melki.
Ia menilai bahwa selama ini banyak produk daerah yang dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya belum maksimal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong perubahan pola dari sekadar produksi primer menjadi pengolahan yang memberikan nilai tambah.
“Kita ingin memastikan bahwa rantai produk di NTT memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Jika dulu kita hanya tanam, panen, dan jual, sekarang harus diubah menjadi tanam, panen, olah, kemas, baru jual. Nilai tambahnya pasti akan berbeda,” tegasnya.
Melki Laka Lena juga mendorong agar produk Se’i Babi Kikikaka dapat dipasarkan secara lebih luas sebagai oleh-oleh khas daerah. Dengan posisi Desa Bolok yang strategis, dekat dengan Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok, ia meminta agar produk tersebut dipasarkan di area pelabuhan dan masuk ke gerai-gerai NTT Mart.
“Produk ini dapat dijual di Pelabuhan Bolok dan Pelabuhan Tenau sebagai oleh-oleh, serta dimasukkan ke gerai NTT Mart di Kabupaten Kupang maupun di Palapa,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi NTT bersama dengan pemerintah desa akan terus merumuskan dan mengembangkan produk unggulan dari setiap wilayah sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ekonomi lokal. Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa langkah selanjutnya adalah memastikan keberlanjutan produksi, agar manfaat ekonomi dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa.(lya)













Komentar