GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang Luncurkan Program CERAH, Selamatkan Sumber Air dengan Strategi Kolaboratif  

Wali Kota Kupang Luncurkan Program CERAH, Selamatkan Sumber Air dengan Strategi Kolaboratif  

NTTBersuara.id, KUPANG,– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, Kamis 4 Desember 2025 meluncurkan Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) bekerja sama dengan PLAN Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah tata kelola air dan konservasi lahan di Kota Kupang.

Wali Kota menegaskan bahwa peluncuran ini adalah langkah awal menuju gerakan ekologis besar. “Ini bukan sekadar launching project atau kick off, tetapi gerakan awal untuk perbaikan tata kelola air, konservasi, edukasi hingga perubahan perilaku ekologis kita,” tegasnya.

Christian Widodo memberikan apresiasi kepada PLAN Indonesia atas dukungan dalam penyusunan kajian teknis tentang pengelolaan air. “Saya berterima kasih kepada PLAN. Kolaborasi ini penting karena bicara lingkungan dan air adalah kerja jangka panjang. Tidak mungkin hanya satu-dua pihak yang bergerak, ini kerja besar untuk masa depan,” ujar Wali Kota.

Dalam rangka tindak lanjut kerja sama, akan dilakukan penanaman 200–300 pohon sebagai fase awal pemulihan ekosistem. Wali Kota juga mendorong pengembangan Kampung Cendana di Fatukoa sebagai pusat konservasi tanaman cendana.

Wali Kota turut membagikan pengalamannya saat menjadi perwakilan Indonesia dalam World Mayor Conference di Shanghai, di mana ia menonjolkan kekuatan local wisdom Kota Kupang berupa gotong royong dan solidaritas sosial antarwarga.

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

Ia menambahkan, PLAN Indonesia akan mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam penyusunan kajian, termasuk Air Safety Planning dan dokumen pengelolaan air minum yang berbasis data akurat.

Menutup sambutan, dr. Christian Widodo mengingatkan bahwa keberhasilan Program CERAH sangat bergantung pada konsistensi dalam pelaksanaan. “Kalau kita sendiri hanya setetes air, tetapi kalau bersama kita menjadi samudera. Konsistensi menjaga lingkungan inilah yang harus kita rawat,” pungkasnya. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement