GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / 40 Pegiat Literasi NTT Ikuti UKBI Nasional – Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia Bersertifikat

40 Pegiat Literasi NTT Ikuti UKBI Nasional – Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia Bersertifikat

NTTBersuara.id,KUPANG,–Sebanyak 40 pegiat literasi dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Merdeka bersertifikat nasional, Jumat 5 Juni 2026.

Pelaksanaan UKBI tersebut menjadi bagian dari rangkaian hari terakhir kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula LPMP NTT pada 3–5 Juni 2026.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai upaya meningkatkan kompetensi kebahasaan para pegiat literasi di daerah.

Ketua Panitia, Zuddi Ichwan, mengatakan UKBI merupakan instrumen resmi untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang dalam berbahasa Indonesia secara objektif berdasarkan standar nasional.

Menurut Zuddi, penguasaan bahasa Indonesia yang baik menjadi modal penting bagi para pegiat literasi dalam mengembangkan budaya baca, menulis, serta menghasilkan karya-karya yang berkualitas di tengah masyarakat.

Gubernur Melki Laka Lena: ‘Kualitas Guru Jadi Penentu Masa Depan Pendidikan di Era Digital dan Society 5.0’

“Pejabat literasi tidak hanya dituntut aktif menggerakkan masyarakat untuk membaca dan menulis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan terukur,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Goris Takene, mengaku baru pertama kali mengikuti tes kemahiran berbahasa Indonesia bersertifikat nasional tersebut. Pengalaman itu dinilainya memberikan tantangan sekaligus menambah wawasan mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Ini pengalaman baru bagi saya. Sistem tesnya hampir mirip TOEFL, tetapi yang ini menggunakan bahasa Indonesia. Ada beberapa bagian yang menguji pemahaman kosakata, tata bahasa, kemampuan membaca, hingga menulis,” katanya.

Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gading Taruna NTT itu berharap pengalaman mengikuti UKBI dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, memperkaya penguasaan kosakata, serta memperkuat keterampilan literasi yang selama ini dikembangkan melalui berbagai kegiatan membaca dan menulis di masyarakat.

Peserta lainnya, Rian Boimau dari TBM Cakrawala NTT, menilai UKBI memberikan manfaat besar bagi pegiat literasi karena membantu meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, khususnya dalam penggunaan bahasa formal.

Guru PPPK Yabes Bia Bangun TBM di TTS – ‘Pendidikan Juga Harus Hadir di Tengah Masyarakat’

“Tes ini sangat bermanfaat karena menambah referensi dan pemahaman dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik, terutama ketika berada di lingkungan yang menuntut penggunaan bahasa formal,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka tersebut, para pegiat literasi di NTT diharapkan tidak hanya aktif menggerakkan budaya baca di masyarakat, tetapi juga memiliki kompetensi berbahasa Indonesia yang terukur, profesional, dan diakui secara nasional.
(goe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement