GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang Hadiri Peletakan Batu Pertama Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Simbol Penguatan Pelayanan dan Kasih Jemaat

Wali Kota Kupang Hadiri Peletakan Batu Pertama Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Simbol Penguatan Pelayanan dan Kasih Jemaat

NTTBersuara.id,KUPANG, –Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pastori II sekaligus peringatan tali kasih jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur, yang dilaksanakan di Gedung Ibadah GMIT Hosana Sungkaen, Senin 9 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh para pemimpin gereja, tokoh masyarakat, dan anggota jemaat.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Pdt. Ni Suwerti Ralahalo, S.Th., anggota DPRD Provinsi NTT, Filmon Loasana, anggota DPRD Kota Kupang, Keny Sau, serta pejabat lokal seperti Pelaksana Tugas Camat Maulafa, Imanuel Uly, dan Lurah Naimata, Hendrik Banunaek, beserta para majelis jemaat dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pembangunan rumah pastori bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol penguatan pelayanan gereja serta representasi kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan umat. “Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, melainkan lambang dari pondasi pelayanan dan kasih,” tegas Christian Widodo.

“Momennya ini menandai awal dari komitmen pelayanan yang akan memberi manfaat besar bagi jemaat dan masyarakat umum,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari dukungan pemerintah terhadap penguatan peran gereja sebagai pusat pelayanan, kasih, dan pengabdian.

Wali kota menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung pembangunan Pastori II ini. Ia bahkan mengusulkan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026 sebagai wujud nyata partisipasi pemerintah dalam membantu proses pembangunan.

Pengelola TBM Gading Taruna Minta Dukungan BI NTT – Integrasikan Literasi dengan Pertanian dan UMKM di Kelurahan Bello

“Ini adalah bentuk dukungan kami agar pembangunan Pastori II dapat berjalan lancar dan segera selesai,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mewujudkan cita-cita bersama membangun rumah doa dan pelayanan yang nyaman bagi jemaat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang. “Kota Kupang saat ini termasuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia dan meraih penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri,” katanya. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga harmoni sosial dan keberagaman sebagai kekayaan kota.

Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam refleksi pelayanannya, menyatakan bahwa pembangunan Pastori II adalah wujud keberanian iman jemaat di tengah segala keterbatasan. “Ini bukan sekadar seremoni, melainkan kesaksian iman dan kepercayaan penuh kepada Tuhan,” ungkapnya.

“Dalam dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan,” tambah Pdt. Mercy. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini menunjukkan semangat pelayanan dan kebersamaan dalam persekutuan jemaat.

Pembangunan Pastori II diharapkan tidak hanya menjadi rumah pelayanan bagi para hamba Tuhan, tetapi juga memperkuat kehidupan persekutuan jemaat serta menjadi saksi iman yang akan terus memberkati generasi mendatang. “Ini adalah bentuk kesetiaan jemaat kepada panggilan pelayanan serta bukti nyata kasih dan iman mereka kepada Tuhan,” tutupnya.(lya)

Wali Kota Kupang Hadiri HUT Ke-XVII Perumda Air Minum “Perayaan Harus Berdampak Bagi Masyarakat “

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement