NTTBersuara.id,KUPANG,–Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo membuka Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Namosain pada Selasa 28 Juli 2026 sekitar pukul 17.41 WITA. Dalam acara yang dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pejabat terkait, dia mengajak warga untuk membangun Kota Kupang melalui hidup rukun dan kolaboratif di tengah keberagaman.
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut antara lain pejabat perangkat daerah Kota Kupang, Camat Kecamatan Alak, Lurah Namosain, anggota DPRD NTT Filmon Laosana, S.E., M.Ap., pimpinan Pegadaian Kota Kupang, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan DPRD Kota Kupang, Danramil, dan petugas Kepolisian Kecamatan Alak.
Meski Sibuk Siapkan Kedatangan Jokowi, Wali Kota Tetap Hadir
Dalam sambutannya, Christian Widodo mengungkapkan bahwa meskipun tengah sibuk mempersiapkan kedatangan Mantan Presiden RI ke-7 Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Kota Kupang pada Sabtu (1/8/2026 mendatang), ia tetap memastikan bisa hadir membuka acara budaya ini.
“Hari ini acara saya banyak. Saya mempersiapkan kedatangan Bapak Presiden ke-7 RI, Bapak Joko Widodo, tapi saya bilang ke protokol, bagaimana pun caranya, pokoknya biar 10 menit, 15 menit, saya tidak mau tau, saya harus hadir,” ucapnya dengan penuh semangat.
Dia menambahkan bahwa kehadirannya adalah bentuk cinta dan kasih sayang kepada seluruh masyarakat Kelurahan Namosain. Bahkan, ia mengajak semua yang hadir untuk berfoto bersama setelah pembukaan acara. “Sebentar habis ini kita berfoto ya, boleh. Semua boleh foto, nanti saya layani semua,” ujarnya sambil merangkul masyarakat sekitar.
Festival Budaya Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Makna Reflektif
Christian menegaskan bahwa acara budaya yang digelar bukan sekadar merayakan festival semata, melainkan memiliki makna reflektif dan mendalam tentang keberagaman serta kolaborasi yang ada di Kota Kupang.
“Jadi Bapak-Ibu sekalian, hari ini kita tidak sekedar merayakan festival budaya melainkan kita sedang merayakan indahnya Kota Kupang sore hari ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberagaman di Kota Kupang bukanlah penghalang, melainkan menjadi kekuatan utama. Keberagaman bukan jarak, tetapi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen masyarakat.
“Jadi keberagaman di Kota Kupang itu selalu menjadi kekuatan,” jelasnya.
Ajakan Jaga Harmoni di Tengah Perbedaan
Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghargai satu sama lain meskipun memiliki perbedaan. Menurutnya, setiap orang memiliki karakter dan keunikan masing-masing yang tidak bisa disamakan.
“Kita tidak bisa menyamakan semua orang. Orang lahir dengan perbedaannya masing-masing. Ada yang rambutnya lurus, ombak, tetapi kita bisa hidup dalam harmoni,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia menyebutkan harmoni bisa seperti motif dengan corak dan warna yang berbeda namun tetap terlihat indah. Atau seperti musik dengan variasi nada tinggi dan rendah yang menghasilkan irama yang menyatu.
“Jadi, sekali lagi, mari kita jaga harmoni yang ada di Kota Kupang ini,” pungkasnya dengan harapan agar Kota Kupang tetap menjadi kota yang harmonis.(lya)














Komentar