GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Ratusan Umat Katolik Kupang Rayakan Vigili Paskah, Perbarui Janji Baptis di Tengah Cahaya Lilin

Ratusan Umat Katolik Kupang Rayakan Vigili Paskah, Perbarui Janji Baptis di Tengah Cahaya Lilin

NTTBersuara.id,KUPANG,– Suasana hening dan khidmat menyelimuti ratusan umat yang berkumpul di Kapela Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Sabtu 4 April 2026 malam. Dalam perayaan Misa Vigili Paskah, umat mengikuti ritus pembaruan janji baptis yang menjadi bagian penting dari liturgi tahunan Gereja Katolik.

Dengan lilin bernyala di tangan, umat berdiri serempak, menghadirkan cahaya yang melambangkan iman yang tetap hidup di tengah kegelapan. Cahaya lilin itu menjadi simbol kehadiran Kristus sebagai terang yang menuntun umat dalam perjalanan iman mereka.

Pada momen pembaruan janji baptis, umat diajak menegaskan kembali komitmen untuk menolak dosa dan kuasa kegelapan, serta memperbaharui kesetiaan kepada Kristus. Dalam suasana yang penuh penghayatan, umat menjawab pertanyaan liturgis yang dipimpin imam, mengikrarkan kembali janji yang dahulu diterima dalam Sakramen Baptis.

Usai sesi pembaruan janji, imam memercikkan air suci kepada seluruh umat yang hadir. Percikan air yang mengenai setiap orang yang tetap berdiri dengan lilin menyala menjadi tanda pembaruan diri, sekaligus pengingat akan rahmat baptisan yang menyucikan dan menghidupkan jiwa.

Pembaruan Janji Sebagai Panggilan Hidupkan Iman

Mentan Amran di Alor: Lewat Pertanian Kita Ubah Nasib Rakyat, Target Kemiskinan Turun di Bawah 10%

Pastor selebran, Pater Sil Eko, SDS, menegaskan bahwa pembaruan janji baptis tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan panggilan bagi setiap umat untuk terus memperbarui hidup sebagai pengikut Kristus.

“Pembaruan janji baptis ini mengingatkan kita bahwa iman harus terus dihidupi. Kita dipanggil meninggalkan kegelapan dosa dan berjalan dalam terang Kristus setiap hari,” ujar Pater Sil Eko dalam khotbahnya.

Ia menambahkan, simbol lilin dan air suci yang menjadi bagian utama perayaan memiliki makna mendalam dalam kehidupan umat beriman. Cahaya lilin melambangkan Kristus sebagai terang dunia yang mengalahkan kegelapan, sedangkan air suci menjadi tanda penyucian sekaligus pemulaian kehidupan baru dalam iman.

Perpaduan cahaya lilin yang menyala-nyala dan percikan air suci yang menyegarkan menghadirkan suasana reflektif yang kuat. Perayaan malam itu tidak hanya menjadi rangkaian aktivitas liturgis, tetapi juga pengalaman batin yang meneguhkan kembali identitas umat sebagai anak-anak terang yang dipanggil untuk menyebarkan kasih Kristus.

Melalui Vigili Paskah tahun ini, umat diajak untuk tidak hanya memperbarui komitmen iman secara pribadi, tetapi juga menghidupi nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi saksi Kristus bagi lingkungan sekitar. (lya)

Wagub Johni Apresiasi Adriano: Anak Muda Alor Berani Bawa Suara Rakyat hingga Nasional

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement