GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Menbud Fadli Zon: IPACS 2025 Momentum Penting Perkuat Ikatan Budaya Indonesia-Pasifik, ‘Out of Nusantara’ Jadi Perspektif Baru

Menbud Fadli Zon: IPACS 2025 Momentum Penting Perkuat Ikatan Budaya Indonesia-Pasifik, ‘Out of Nusantara’ Jadi Perspektif Baru

Oplus_16908288

NTTBersuara.id,KUPANG,–Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, Selasa 12 November 2025 menegaskan bahwa IPACS 2025 menjadi platform penting untuk memperkuat hubungan budaya Indonesia dengan negara-negara Pasifik. Acara ini tak hanya mempererat hubungan, namun juga menjadi ajang memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Timur ke dunia.

Dalam sambutannya di Opening Ceremony IPACS 2025, Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang bertemakan “Merayakan Budaya Bersama dan Kebijaksanaan Komunitas.”

“Acara ini merupakan sinergi yang memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik yang mengusung tema Merayakan Budaya Bersama dan Kebijaksanaan Komunitas,” ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan bahwa forum ini berfungsi sebagai kesempatan untuk secara langsung memperkenalkan budaya Nusa Tenggara Timur, sekaligus memperkuat diplomasi lembut Indonesia dengan Pasifik.

Fadli Zoon juga menyoroti pentingnya laut sebagai penghubung antar pulau dan bangsa. “Di kepulauan ini diingatkan bahwa laut itu tidak pernah memisahkan kita, tetapi menghubungkan kita. Nenek moyang kita sudah membawa kita sehingga saat ini kita bertemu dalam suatu komitmen dan tantangan maritim untuk menyatukan kita.”

Gubernur NTT Buka Pameran ‘Weaving Wonders’ – Perempuan NTT Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Tenun dan Usaha Komunitas

Menbud juga menekankan keberagaman Indonesia sebagai negara mega-beragam. “Indonesia hanya menggambarkan negara yang penuh dengan keberagaman dengan ribuan pulau dan 1000 etnis dan berbagai bahasa lokal diluar dari keragaman hayati adalah keragaman budaya.”

Selain itu, Fadli Zon menyampaikan temuan-temuan sejarah yang menempatkan Nusantara sebagai salah satu pusat peradaban tertua di dunia. “Kami juga mencerminkan keberagaman waktu dan Indonesia adalah mempunyai mencerminkan catatan sejarah didunia di Flores ditemukan manusia purba ratusan ribuan tahun yang lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fadli Zon mengemukakan perspektif “Out of Nusantara” yang muncul dari temuan-temuan arkeologis terbaru, yang menantang teori “Out of Africa”. “Dan selama ini adalah temuan baru dimana nusantara adalah pergerakan awal manusia adalah rangkaian mulyigenerasi dan ini memfasilitasi yang menghubungkan kita dengan pasifik,” ujarnya.

Ia pun mengajak untuk memanfaatkan kekuatan budaya di era digital. “Dimasa depan Indonesia dan pasifik mempunyai daerah digital kekuatan budaya kita berada ditangan generasi kita. Generasi muda kita ini untuk mentransfer budaya kita menjadi peluang,” jelas Fadli Zon.

Di akhir sambutannya, Fadli Zon berharap IPACS dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik serta mendorong diplomasi regional yang kolektif. “Ipack berusaha untuk memperkuat antara Indonesia dan negara di pasifik dan mendorong diplomasi regional yang kolektif.” (lya)

Walikota dan Wawali Kupang Pimpin Operasi Humanis Pekerja Anak – Bantu Keluarga dengan Intervensi Menyeluruh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement