GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Komunitas Suster Fransiskan OHFS Buka Kursus Bahasa Inggris Anak Usia Dini – Upaya Alihkan Perhatian dari Gadget Berlebihan

Komunitas Suster Fransiskan OHFS Buka Kursus Bahasa Inggris Anak Usia Dini – Upaya Alihkan Perhatian dari Gadget Berlebihan

Komunitas Suster Fransiskan OHFS Buka Kursus Bahasa Inggris Anak Usia Dini – Upaya Alihkan Perhatian dari Gadget Berlebihan

NTTBersuara.id,KUPANG,–Komunitas Suster Fransiskan OHFS Indonesia di Bello, Kota Kupang, membuka program pendampingan dan kursus Bahasa Inggris bagi anak-anak usia dini sebagai upaya mengalihkan perhatian mereka dari penggunaan telepon genggam (HP) dan gadget yang berlebihan.

Program yang akan mulai berlangsung pada 10 Juni 2026 tersebut lahir dari keprihatinan para suster terhadap semakin tingginya intensitas penggunaan gadget di kalangan anak-anak.

Melalui kegiatan belajar yang edukatif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan memiliki alternatif aktivitas yang lebih bermanfaat untuk mendukung perkembangan pengetahuan, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan sosial mereka.

Pimpinan Komunitas Suster OHFS Indonesia,
Suster Mersy, OHFS, mengatakan perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak manfaat, terutama dalam mempermudah akses terhadap informasi dan pembelajaran.
Namun, penggunaan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

“Anak-anak saat ini sangat dekat dengan gadget. Jika tidak didampingi dengan baik, mereka bisa menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar. Karena itu kami ingin menghadirkan kegiatan yang lebih positif agar mereka memiliki ruang belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman seusianya,” ujar Suster Mersy.

Wakil Wali Kota Kupang Tinjau Pelayanan Dukcapil – Dorong Pembaruan Perangkat dan Peningkatan Akses Informasi Bagi Masyarakat

Menurut dia, ide penyelenggaraan kursus Bahasa Inggris muncul setelah adanya diskusi dengan tokoh masyarakat Bello, Goris Takene, mengenai kebutuhan anak-anak akan kegiatan pendidikan di luar jam sekolah. Dari pembicaraan tersebut, Komunitas OHFS kemudian berinisiatif memanfaatkan kemampuan para suster dalam bidang bahasa untuk mendampingi anak-anak belajar Bahasa Inggris sejak usia dini.

Bahasa Inggris dipilih karena merupakan salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di era global. Selain membantu meningkatkan kemampuan akademik anak, kegiatan belajar juga diharapkan mampu mengurangi waktu yang biasanya digunakan untuk bermain gadget.

“Kami ingin anak-anak memanfaatkan waktu luang mereka untuk belajar hal-hal yang berguna bagi masa depan. Melalui kursus ini mereka tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar disiplin, berani berkomunikasi, dan membangun relasi dengan sesama,” ujara Suster berkebangsaan India itu.

Suster Mersy yang kini telah fasih bahasa Indonesia itu menegaskan program tersebut tidak berorientasi pada keuntungan. Biaya yang dikenakan kepada peserta hanya bersifat partisipatif, yakni berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000 per bulan sesuai kelompok usia dan tingkat pembelajaran.

“Kami ingin kegiatan ini dapat dijangkau oleh banyak keluarga. Fokus utama kami adalah pendampingan anak-anak agar mereka memiliki aktivitas yang sehat, produktif, dan mendukung perkembangan karakter mereka,” ujarnya.

Pemkot Kupang Buka Pekan Panutan Pajak 2026 di Kecamatan Maulafa – Luncurkan Program ‘Bapenda Beronda’ dan Dorong Digitalisasi

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Sejumlah orang tua telah mendaftarkan anak-anak mereka sejak pendaftaran dibuka pada Mei lalu.

Ketua Lingkungan RW 003 Kelurahan Bello Kota Kupang, Goris Takene, menilai kehadiran kursus Bahasa Inggris menjadi langkah positif dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi yang kini semakin memengaruhi kehidupan anak-anak.

“Anak-anak membutuhkan ruang untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka. Program ini menjadi salah satu solusi yang baik karena tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap gadget, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan yang berguna untuk masa depan,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Umat Basis Santa Maria Virgo Stasi Bello, Johnny Manehat. Menurutnya, inisiatif Komunitas OHFS menunjukkan kepedulian nyata terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda di lingkungan Bello.

“Kami sangat berterima kasih kepada para suster yang telah menghadirkan program ini. Semoga kegiatan ini membantu orang tua dalam mendampingi anak-anak dan melahirkan generasi yang lebih cerdas, kreatif, serta memiliki karakter yang baik,” ujarnya.

Wali Kota Kupang Terima Audiensi BPJN NTT – Bahas Percepatan Penanganan Jalan dan Drainase Prioritas Masyarakat

Di tengah meningkatnya penggunaan gadget pada anak-anak, kehadiran program pendampingan Bahasa Inggris tersebut diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar, memperkuat kemampuan komunikasi, sekaligus membangun kebiasaan positif sejak usia dini.
(goe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement