GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Gubernur NTT: Program Makan Bergizi Gratis Manfatkan Ratusan Juta Orang, Serap Bahan Baku Lokal

Gubernur NTT: Program Makan Bergizi Gratis Manfatkan Ratusan Juta Orang, Serap Bahan Baku Lokal

NTTBersuara.id,KUPANG,– Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri dan membuka kegiatan “Lokakarya Persiapan Penguatan Program Pendidikan dan Gizi, serta Koordinasi Penyelenggaraan Rantai Pasok Bahan Baku Pangan” yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Jumat 11 April 2026.

Kegiatan yang melibatkan berbagai mitra terkait bertujuan memastikan program pendidikan di sekolah terintegrasi dengan program gizi seperti pemberian makanan bergizi bagi siswa dan edukasi pola hidup sehat untuk pencegahan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyelaraskan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan rantai pasok bahan baku pangan guna memastikan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan efisiensi pengelolaannya.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Menurut saya program MBG ini yang paling dirasakan manfaat oleh banyak orang. Program sudah menyentuh sampai 60 juta sampai 82 juta orang. Program ini ditujukan bagi peserta didik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA serta juga ditujukan bagi balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” ungkap Gubernur.

“Selain itu melalui Program MBG juga mampu menyerap bahan baku pangan lokal dan ini berdampak positif bagi masyarakat kita serta penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.

Saleh Husin: UI Green Marathon Akan Jadi Ikon Kampus dan Bantu Mahasiswa Kurang Mampu

Ia menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendukung penuh setiap upaya kolaboratif dalam meningkatkan sistem pangan dan gizi masyarakat. “Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat antara pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan generasi NTT yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing,” jelasnya.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap kita dapat menyamakan persepsi, berbagi informasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret dan implementatif. Upaya untuk memastikan ketersediaan bahan baku pangan tidak hanya menyangkut aspek produksi, tetapi juga distribusi yang efisien, penguatan kelembagaan, serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Kerjasama dan Kemitraan BGN Heri Chandra mengapresiasi dukungan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung Program MBG. “Kegiatan kita hari ini merupakan bentuk nyata dari kemitraan yang dibangun oleh BGN untuk meningkatkan tingkat gizi dan kualitas pendidikan bagi anak-anak kita. Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi NTT yang senantiasa mendukung kami,” ungkapnya.

“Ada banyak perubahan positif dampak dari Program MBG yang kami lihat dalam kunjungan lapangan yaitu ekosistem kelas. Ada peningkatan konsentrasi belajar serta mendorong anak rajin masuk sekolah. Jadi ada peningkatan kualitas kehadiran anak di sekolah. Selain itu juga anak mengalami pembelajaran sosial dan empati dengan budaya makan berkelompok, serta rajin mencuci tangan sebelum makan untuk budaya hidup sehat,” jelas Heri.

Ia juga mengharapkan kerja sama lintas sektor agar rantai pasok bahan baku pangan untuk program MBG dapat dijaga stabil agar program tersebut dapat terus berjalan.

Jabatan Adalah Amanah, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Integritas dan Pelayanan Prima

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Kupang Yudhistira Yewangoe mengutarakan bahwa UNICEF turut memberikan perhatian pada hal-hal inti dalam rangka mendukung prioritas pemerintah untuk pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement