NTTBersuara.id,KUPANG,–Bertempat di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Selasa 31 Maret 2026 dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 Pemerintah Provinsi NTT.
SK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena kepada 4.536 orang PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 248 orang hadir secara on-site atau luring, sedangkan 4.288 orang lainnya mengikuti kegiatan melalui zoom meeting atau daring.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT Kanisius Mau, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa penyerahan SK ini bukanlah garis akhir, melainkan garis awal pengabdian bagi masyarakat dan provinsi NTT.
“SK yang diterima pada hari ini bukanlah penghargaan atas apa yang telah dilakukan, tapi merupakan amanah untuk membuktikan bahwa apa yang saudara-saudari lakukan ke depan akan berkontribusi bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.
Gubernur menambahkan, NTT membutuhkan aparatur sipil negara (ASN) yang hadir sebagai solusi, bukan sekedar pelaksana tugas. Ia menekankan perlunya aparatur yang bekerja dengan empati, kecepatan, dan ketulusan.
“Bagi tenaga pendidik, jadilah pengajar yang tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga membangun karakter bagi masa depan generasi NTT. Bagi tenaga kesehatan, jadilah pelayanan yang tidak hanya mengobati, tetapi juga menghadirkan harapan dan kemanusiaan. Bagi aparatur di bidang lain, jadilah pelayanan publik yang tidak hanya mengurus administrasi, tetapi benar-benar hadir untuk rakyat,” jelas Gubernur.
Menurutnya, Provinsi NTT sedang bergerak dalam semangat besar pembangunan di berbagai agenda strategis, sehingga kehadiran PPPK paruh waktu harus mampu menggerakkan pembangunan hingga bermuara bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kita sedang membangun ketahanan pangan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelayanan kesehatan, mendorong digitalisasi pelayanan publik, mengembangkan desa, serta menurunkan angka kemiskinan dan penanganan stunting. Seluruh agenda tersebut hanya bisa berhasil jika didukung oleh birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada hasil,” paparnya.
Gubernur juga mengutarakan bahwa Pemprov NTT sedang berupaya menguatkan ekonomi lokal melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP), hingga menggalakkan Gerakan Beli NTT dan pembentukan NTT Mart di 22 Kabupaten/Kota.
“Dalam konteks ini peran saudara-saudari sangat penting karena masih hadir sebagai fasilitator, pendamping, dan juga penggerak bagi masyarakat. Khususnya bagi UMKM agar mampu naik kelas melalui peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi, hilirisasi, peningkatan nilai tambah, dan akses pasar bagi produk lokal,” ungkapnya.
“Saya juga ingin menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam bekerja. Tinggalkan mentalitas ‘yang penting sudah bekerja’ yang hanya menghasilkan hasil biasa-biasa saja. Kita membutuhkan aparatur yang memiliki semangat petarung, belajar inovatif, kreatif, dan kolaboratif,” tegas beliau. (lya)














Komentar