GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / BNPB: Bencana Kekeringan Mendominasi Akibat Musim Kemarau, 7.107 KK di Maluku Terdampak

BNPB: Bencana Kekeringan Mendominasi Akibat Musim Kemarau, 7.107 KK di Maluku Terdampak

Petugas mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (2/7). Foto: BPBD Kab. Gunung Kidul

NTTBersuara.id,JAKARTA,–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang menimbulkan dampak signifikan di berbagai wilayah Indonesia hingga Jumat (3/7/2026) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), bencana kekeringan mendominasi akibat dampak musim kemarau yang meluas di sebagian besar wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., dalam rilis Jumat 3 Juli 2026 menjelaskan bahwa kondisi El Niño yang masih terpantau di Samudra Pasifik umumnya berdampak pada berkurangnya potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kekeringan Menyerang Berbagai Wilayah – Gunungkidul Hingga Maluku Terdampak

Kekeringan pertama dilaporkan di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta, sejak Rabu (24/6) akibat intensitas hujan yang menurun dan keterbatasan sumber air. Lokasi terdampak berada di Kapanewon Rongkop, Kalurahan Semugih, dengan total 67 KK terdampak. Pemerintah setempat telah menetapkan status siaga darurat melalui Keputusan Bupati Nomor 154/KPTS/2026 yang berlaku hingga 31 Agustus 2026. Pada Kamis (2/7), telah dilakukan pendistribusian air bersih sebanyak 16 rit (tangki) kepada warga terdampak.

Di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, kekeringan terjadi di Desa Plumutan dan Desa Bantal, Kecamatan Bancak, setelah beberapa hari tidak mengalami hujan. Sebanyak 586 KK atau 1.224 jiwa terdampak, dengan BPBD Kabupaten Semarang telah melakukan dropping air bersih sebanyak dua tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter ke wilayah terdampak. Air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.

Wali Kota Kupang: Guru Tak Terkalahkan AI, Teknologi Hadir Bantu Pendidikan

Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, juga terdampak kekeringan sejak Rabu (1/7), khususnya di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari. Sebagian besar warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber air terdekat berupa sumur bor belum dapat dimanfaatkan akibat tidak tersedianya meteran listrik dan jaringan pipa. Sebagian sumur milik warga juga mengalami penurunan volume atau menghasilkan air keruh. Sebanyak 125 KK terdampak dan jumlah tersebut masih dalam pendataan. BPBD bersama PMI telah mendistribusikan jerigen, tandon air, dan 9.000 liter air bersih kepada warga.

Kondisi paling berat terjadi di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, yang mengalami kekeringan sejak Mei hingga Juli 2026. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor. Debit air menurun drastis, sumur dan sungai mengering, sehingga sebanyak 7.107 KK atau 24.089 jiwa terdampak. BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur telah melakukan identifikasi dan mendistribusikan tangki air serta air bersih ke lokasi terdampak.

Selain Kekeringan, Gelombang Pasang Terjangkau 1.070 Jiwa di Maluku

Tak hanya kekeringan, Kabupaten Seram Bagian Timur juga terdampak gelombang pasang akibat angin muson timur pada Rabu (1/7) pukul 13.00 WIT. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siritaun Wida Timur, Pulau Gorom, Kesui Watubela, Teor, dan Ukar Sengan, dengan total 1.070 jiwa terdampak (jumlah masih dalam pendataan). Kerugian material meliputi 207 unit rumah, dengan rincian 53 unit rusak berat dan 154 unit rusak ringan. BPBD telah melakukan identifikasi dan penanganan darurat.

Prakiraan Cuaca: Potensi Kekeringan Tetap Ada, Hujan Masih Terjadi di Beberapa Wilayah

Buka Festival Budaya Naioni, Wali Kota Christian: Keberagaman Adalah Kekuatan Kupang

Berdasarkan analisis iklim global, kondisi El Niño masih berlangsung dengan potensi curah hujan yang berkurang di sebagian besar wilayah. Data Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan terdapat 493 titik atau sekitar 11 persen wilayah pengamatan yang mengalami HTH kategori panjang, serta 84 titik atau sekitar 2 persen kategori sangat panjang. Suhu udara maksimum mencapai lebih dari 35°C di beberapa wilayah seperti Lampung, Jawa Tengah, Sumatra Utara, dan Kalimantan Timur.

Meskipun demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Kepulauan Riau (81 mm per hari), Kalimantan Barat (76 mm per hari), Papua Tengah (57 mm per hari), dan Sumatra Utara (54 mm per hari). Hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial.

BNPB Imbau Kesiapsiagaan Tingkatkan – Gunakan Air Secara Bijak dan Cegah Karhutla

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi ancaman kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menggunakan air bersih secara bijak dengan memprioritaskan kebutuhan pokok dan memeriksa instalasi pipa secara berkala untuk menghindari kebocoran. Pemerintah daerah juga diharapkan segera memetakan wilayah rawan kekeringan guna mempercepat distribusi bantuan air bersih.

Sebagai upaya pencegahan karhutla dan kebakaran permukiman, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, memastikan puntung rokok telah padam sebelum dibuang, serta segera melaporkan kemunculan titik asap atau api kepada pihak berwenang. “Dampak bencana dapat dikurangi melalui gotong royong dan kesiapsiagaan bersama. Kenali ancamannya, kurangi risikonya,” pungkas pernyataan BNPB.(lya)

Mentan Amran di Alor: Lewat Pertanian Kita Ubah Nasib Rakyat, Target Kemiskinan Turun di Bawah 10%

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement