GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Awal Tahun, Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah di Indonesia

Awal Tahun, Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah di Indonesia

Petugas BPBD Kabupaten Pati, melakukan asesmen terhadap dampak yag diakibatkan banjir yang terjadi di Kabupaten Pati, Jumat (9/1) Sumber Foto: BPBD Kabupaten Pati

NTTBersuara.id, JAKARTA,–Memasuki awal Januari 2026, sejumlah wilayah di Indonesia masih harus bergulat dengan bencana hidrometeorologi basah. Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat beberapa kejadian bencana yang terjadi hingga Sabtu 10 Januari 2026, pukul 07.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengungkapkan bahwa banjir masih menjadi ancaman utama di beberapa daerah.

Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah yang terdampak banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi. Pada Kamis (8/1), debit air aliran sungai meluap hingga ke pemukiman warga, menyebabkan 75 unit rumah terdampak di Desa Tawang Rejo dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti.

“BPBD bersama tim gabungan segera menuju ke lokasi kejadian dan melakukan penanganan darurat,” ujar Abdul Muhari.

Banjir juga melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (8/1) setelah diguyur hujan lebat. Sebanyak tiga kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Budong-budong, Kecamatan Karossa, dan Kecamatan Tobadak. Kaji cepat sementara mencatat, 41 rumah terdampak atas kejadian ini.

Wali Kota Kupang: Guru Tak Terkalahkan AI, Teknologi Hadir Bantu Pendidikan

Di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir yang terjadi pada Kamis (8/1). Sebanyak 127 jiwa terdampak yang tersebar di delapan kecamatan. Kondisi per Jumat (9/11) banjir mulai berangsur surut.

Sementara itu, di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, banjir dipicu intensitas hujan tinggi hingga menyebabkan debit air meningkat pada Sabtu (3/1). Sedikitnya 16 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak, dengan 3.660 jiwa tercatat terdampak kejadian ini. Selain itu 14 unit fasilitas pendidikan juga ikut tergenang.

Menyikapi kejadian bencana yang terjadi, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

“Masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi sederhana, apabila terjadi hujan dengan intensisitas tinggi dengan durasi lebih dari satu jam serta adanya peningkatan debit air, lakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman,” pesan Abdul Muhari.(lya)

Buka Festival Budaya Naioni, Wali Kota Christian: Keberagaman Adalah Kekuatan Kupang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement