NTTBersuara.id,KUPANG,–Industri perhotelan dan restoran bukan sekadar tempat menginap dan bersantap, melainkan bagian dari rantai pariwisata yang dampaknya menyentuh perekonomian masyarakat luas. Demikian ditegaskan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat menutup Musyawarah Daerah (Musda) IV sekaligus melantik Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT periode 2026–2031 di Hotel Harper Kupang, Kamis 13 Agustus 2026 malam.
“Hotel dan restoran juga diharapkan menjadi bagian dari rantai bisnis yang bisa menggerakkan ekonomi lokal dan UMKM,” ujar Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, peran PHRI tidak terbatas pada kemajuan industri perhotelan semata. Keberadaan hotel dan restoran harus membuka ruang bagi produk lokal untuk masuk ke dalam rantai pasok — mulai dari hasil pertanian, perikanan, kerajinan, hingga karya pelaku ekonomi kreatif. Dengan begitu, manfaat pariwisata tidak hanya berputar di kalangan pengusaha, tetapi menjangkau masyarakat luas.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal. Industri perhotelan dan restoran diharapkan membuka peluang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan untuk bekerja sekaligus mengasah keterampilan profesional. “Generasi muda NTT tidak hanya mendapat kesempatan bekerja, tetapi juga memperoleh pengalaman yang menjadi modal masa depan mereka,” katanya.
Gubernur juga mendorong pembentukan kepengurusan PHRI di seluruh kabupaten dan kota se-NTT. Kehadiran PHRI di daerah akan memperkuat koordinasi sekaligus mempromosikan kekayaan alam dan budaya yang beragam agar menjadi daya tarik wisata yang terintegrasi.
PHRI Baru Berkomitmen Bangun Iklim Usaha Sehat
Sementara itu, Ketua BPD PHRI NTT yang baru dilantik, Hansel Adriel Liyanto, menyatakan amanah ini akan dijalankan dengan komitmen memperkuat iklim usaha yang sehat bagi seluruh anggotanya. Sektor perhotelan dan restoran merupakan salah satu penggerak ekonomi daerah yang menampung banyak tenaga kerja dan melibatkan ribuan pelaku usaha pendukung.
“Kami akan terus mendorong promosi dan pengembangan destinasi pariwisata, sehingga pertumbuhan industri perhotelan berjalan seiring dengan kemajuan pariwisata dan perekonomian NTT,” ujar Hansel.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PHRI, Hariyadi B.S. Sukamdani, dan Sekretaris Jenderal BPP PHRI, Maulana Yusran.
(lya)














Komentar