GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
PENDIDIKAN
Beranda / PENDIDIKAN / Hari Buku Nasional 2026: Program Pendampingan Literasi NTT Raih Rekor MURI – 15 Ribu Peserta Ikuti Edukasi Kebanksentralan

Hari Buku Nasional 2026: Program Pendampingan Literasi NTT Raih Rekor MURI – 15 Ribu Peserta Ikuti Edukasi Kebanksentralan

Hari Buku Nasional 2026: Program Pendampingan Literasi NTT Raih Rekor MURI – 15 Ribu Peserta Ikuti Edukasi Kebanksentralan

NTTBersuara.id,KUPANG, –Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional 2026, Pemerintah Provinsi NTT bersama Bank Indonesia Provinsi NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, dan Pokja Bunda Literasi menyelenggarakan Program Pendampingan Literasi Generasi Muda pada Selasa 26 Maret 2026. Kegiatan ini juga mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Pelaksanaan Edukasi Kebanksentralan secara Hybrid dengan Jumlah Peserta Terbanyak.

Acara dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat Henderina Sintiche Laiskodat, Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, serta perwakilan sekolah dan siswa SD/SMP/SMA/SMK se-NTT yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

“Literasi Harus Menjadi Budaya yang Tumbuh dalam Kehidupan Sehari-hari”

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan literasi sebagai budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan membaca dan belajar perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda NTT mampu tumbuh menjadi pribadi yang kritis, kreatif, dan percaya diri menghadapi perkembangan zaman.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat Henderina Sintiche Laiskodat menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi di daerah. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat demi menciptakan generasi muda NTT yang unggul dan adaptif.

Wawali Kupang Luncurkan PKM Undana Berdampak 2026, Perkuat Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Edukasi Kebanksentralan Diikuti 15.636 Peserta, Raih Rekor MURI

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia Provinsi NTT juga melaksanakan Edukasi Literasi Kebanksentralan secara serentak di 151 SMA dan SMK di seluruh Provinsi NTT. Kegiatan yang melibatkan siswa-siswi tingkat SD hingga SMA tersebut memberikan pemahaman mengenai peran Bank Indonesia, pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, serta peran stabilitas ekonomi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

Hasilnya, kegiatan ini diikuti sebanyak 15.636 peserta secara luring maupun daring dan berhasil mencatatkan rekor MURI untuk kategori Pelaksanaan Edukasi Kebanksentralan secara Hybrid dengan Jumlah Peserta Terbanyak. Rekor tersebut menjadi simbol semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun generasi muda NTT yang tidak hanya kuat dalam literasi membaca, tetapi juga memiliki pemahaman ekonomi dan keuangan sejak dini.

Sinergi Antar Pihak Dorong Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI Hafidz Muksin menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang terbangun dalam mendukung gerakan literasi di NTT. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Disdikbud Kota Kupang Perketat Pengawasan WFH ASN – Wajib Lapor Aktivitas dan Gelar Apel Daring Setiap Jumat

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menegaskan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, stabilitas ekonomi, serta peran Bank Indonesia dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pihak terkait, kami optimis upaya penguatan literasi dapat menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan generasi muda NTT yang cerdas, kritis, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Buku Nasional ini, diharapkan semangat literasi terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang inklusif dan berkelanjutan. Literasi diharapkan tidak hanya menjadi kemampuan dasar, tetapi juga fondasi dalam membangun generasi NTT yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement