NTTBersuara.id,KUPANG,–Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menghadiri acara Halal Bi Halal 1447 H/2026 M Keluarga Besar Kementerian Agama Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Sahid T-More pada Selasa 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Antonius Nggaa Rua, S.Ag., beserta jajaran, unsur Forkopimda Kota Kupang, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, pimpinan lembaga keagamaan, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad MS., Ketua FKUB Kota Kupang Pdt. Mercy Paula Pattikawa, S.Th., para tokoh agama dan masyarakat, ustadz penceramah, serta pimpinan mitra perbankan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kolaborasi tanpa sekat serta penguatan nilai-nilai harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yang selama ini dinilai konsisten menjaga hubungan antarumat beragama serta membangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kota Kupang.
“Kolaborasi itu tidak mengenal hierarki. Tidak ada batas atas atau bawah. Ketika kita mampu bertemu di tengah, maka kolaborasi akan menghasilkan sesuatu yang besar dan indah,” ujar Wali Kota.
Ia mengibaratkan kolaborasi sebagai perpaduan antara hal besar dan kecil yang mampu melahirkan kehidupan, seperti matahari dan tanah yang bekerja bersama menghasilkan tanaman yang bermanfaat, demikian pula manusia dengan segala perbedaan dapat menciptakan kebaikan jika bersatu.
“Halal Bi Halal Bukan Sekadar Tradisi, Melainkan Perjalanan Iman”
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa momentum Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perjalanan iman yang mengajak setiap individu untuk merendahkan hati, mengakui kesalahan, serta saling memaafkan. Menurutnya, sikap saling memaafkan justru merupakan tanda kekuatan, bukan kelemahan.
Dalam konteks keberagaman di Kota Kupang, ia menyebut daerah ini sebagai miniatur Indonesia yang kaya akan suku, agama, dan budaya. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan dalam membangun harmoni.
“Harmoni itu bukan berarti sama atau seragam, tetapi seimbang. Seperti nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda namun menghasilkan melodi yang indah, atau warna-warni dalam lukisan yang berpadu menjadi karya yang memukau,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Kota Kupang telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya masuk dalam 10 besar Indeks Kota Toleran serta menerima penghargaan Kota Damai dan Inklusif. Prestasi ini, menurutnya, harus terus dijaga melalui kerja sama semua pihak.
Wali Kota juga mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan berbagai hari besar keagamaan seperti Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah yang berlangsung aman dan damai. Hal ini menjadi bukti nyata kuatnya toleransi dan kebersamaan masyarakat.
Mengutip pesan Gus Dur, Wali Kota mengingatkan bahwa kebaikan kepada sesama tidak pernah dibatasi oleh perbedaan agama maupun latar belakang. “Jika kita berbuat baik kepada orang lain, mereka tidak akan bertanya apa agama kita. Oleh karena itu, mari terus menebar kebaikan,” ungkapnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Kupang dan seluruh masyarakat yang telah menjaga kerukunan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin,” tutupnya.
Kemenag: Kehadiran Wali Kota Bukti Komitmen Membangun Kebersamaan
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang Antonius Nggaa Rua dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim, seraya memohon maaf lahir dan batin atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Agama Kota Kupang. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota yang tetap meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi sukacita bersama.
Ia mengungkapkan bahwa kehadiran Wali Kota merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun kebersamaan, bahkan ini merupakan kali kedua Wali Kota menghadiri kegiatan serupa setelah sebelumnya digelar di Aula Muhammadiyah, yang semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa momentum Halal Bi Halal menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat integritas sebagai aparatur negara. Kementerian Agama, katanya, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Kota Kupang tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen ini sebagai ruang saling memaafkan dan mempererat persaudaraan demi menjaga kerukunan di Kota Kupang.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula penyerahan bantuan bagi anak-anak sekolah melalui program “Kemenag Berdampak”. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Kementerian Agama Kota Kupang dalam mendukung dunia pendidikan serta membantu meringankan beban keluarga, khususnya bagi peserta didik yang membutuhkan.(lya)











Komentar