GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda / HUMANIORA / Wali Kota Kupang Lantik Pengurus PHBI Periode 2025–2030, Dorong PHBI Jadi Penguat Harmoni dan Kerukunan

Wali Kota Kupang Lantik Pengurus PHBI Periode 2025–2030, Dorong PHBI Jadi Penguat Harmoni dan Kerukunan

NTTBersuara.id, KUPANG,– Wali Kota Kupang, Christian Widodo, melantik pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang periode 2025–2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu 14 Maret 2026. Dalam pelantikan tersebut, Bustaman, S.STP, M.M., resmi dilantik sebagai Ketua PHBI Kota Kupang bersama jajaran pengurus masa bakti lima tahun ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Kupang H. Muhammad MS; Anggota DPRD Kota Kupang Amiruddin La Oda, Muhammad Ramli, dan Ahmad Thalib; Ketua Dewan Masjid Indonesia H. Alimuddin; perwakilan Forkopimda Kota Kupang; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si.; serta para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial pergantian kepengurusan, melainkan mengandung tanggung jawab moral bagi PHBI untuk terus hadir di tengah masyarakat dan merajut keberagaman di Kota Kupang.

“Bagi saya hari ini bukan sekadar pelantikan seremonial, tetapi ada tanggung jawab moral bahwa PHBI akan hadir di tengah masyarakat untuk merajut keberagaman dan menjaga nilai-nilai keagamaan di Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi PHBI selama ini dalam membantu pemerintah menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, Kota Kupang telah dikenal sebagai salah satu kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan inklusivitas.

Data Akurat Kunci Penanggulangan Kemiskinan NTT, Wagub: Jangan Hanya Lihat Anggaran

“Keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, tetapi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak, tetapi menjadi jembatan yang semakin menguatkan kita sebagai masyarakat,” tegasnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa PHBI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menjelaskan bahwa harmoni bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan dalam keberagaman.

“Harmoni itu bukan sama, tetapi seimbang. Seperti nada-nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda, namun ketika berpadu menghasilkan harmoni yang indah. Begitu juga seperti lukisan dengan berbagai warna yang berbeda, tetapi ketika menyatu dalam satu kanvas menjadi karya yang indah,” jelasnya.

Ia mengibaratkan Kota Kupang sebagai sebuah kanvas besar, sementara masyarakatnya adalah warna-warna yang beragam. “Jika seluruh unsur tersebut bersatu dalam proporsi yang tepat, maka akan tercipta ‘lukisan indah’ berupa Kota Kupang yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan komitmen dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan PHBI. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah akan membantu penyelenggaraan kegiatan malam takbiran menjelang Idul Fitri.

Peringati HUT ke-81 RI, Pemprov NTT Gelar Bakti Sosial ke 23 Lokasi: Kemerdekaan Dirasakan Lewat Kepedulian

“Saya sudah meminta bagian Kesra agar dapat mengupayakan dukungan untuk kegiatan ini. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan bantuan untuk pelaksanaan malam takbiran,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua PHBI Kota Kupang Bustaman beserta seluruh pengurus yang baru dilantik, seraya berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik demi kemaslahatan umat serta memperkuat nilai persaudaraan di Kota Kupang.

Ia juga mengutip pesan tokoh nasional Abdurrahman Wahid atau Gus Dur: “Jika kamu bisa melakukan hal baik untuk orang lain, orang tidak pernah bertanya apa agamamu atau sukumu.”

Menurut Wali Kota, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebaikan, penghormatan, dan solidaritas harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan bersama di Kota Kupang yang damai, inklusif, dan penuh toleransi.(lya)

Traktor Roda Empat Pertama Hadir di Sumba Timur, Usman Husin Penuhi Harapan Petani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement