GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda » Berita » Survei Kegiatan Dunia Usaha: Kinerja Usaha di NTT Meningkat di Triwulan II 2026, SBT Capai 43,81%

Survei Kegiatan Dunia Usaha: Kinerja Usaha di NTT Meningkat di Triwulan II 2026, SBT Capai 43,81%

Survei Kegiatan Dunia Usaha: Kinerja Usaha di NTT Meningkat di Triwulan II 2026, SBT Capai 43,81%

NTTBersuara.id,KUPANG,–Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan bahwa kinerja kegiatan usaha di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan signifikan pada Triwulan II Tahun 2026. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang mencapai 43,81%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Peningkatan kinerja ini terutama didorong oleh pertumbuhan di beberapa sektor utama, antara lain Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (SBT 24,90%), Administrasi Pemerintah dan Jaminan Sosial (SBT 4,68%), serta Jasa Pendidikan (SBT 3,82%). Perbaikan kinerja juga terlihat pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Perbaikan Kendaraan Bermotor yang kembali positif (SBT 1,01%), serta Informasi dan Komunikasi (SBT 2,29%).

Kapasitas produksi yang digunakan pada Triwulan II 2026 tercatat sebesar 70,67%, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 77,28%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan pemanfaatan kapasitas di sektor Pertambangan dan Penggalian (50,00%), serta Industri Pengolahan (72,50%), meskipun sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menunjukkan pemanfaatan kapasitas yang tinggi (63,86%).

Meskipun demikian, tingkat pemanfaatan kapasitas yang berada di atas 70% menunjukkan bahwa aktivitas produksi di NTT masih berjalan pada level yang cukup tinggi. Kondisi ini juga didukung oleh kesehatan keuangan pelaku usaha yang tetap terjaga, dengan likuiditas stabil pada 19,00% dan profitabilitas meningkat menjadi 15,33% dari sebelumnya 13,00%.

Hasil survei juga menunjukkan adanya peningkatan investasi pada Triwulan II 2026 dengan SBT investasi sebesar 18,35%, meningkat signifikan dibandingkan Triwulan I yang hanya mencapai 4,06%. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 12,43%), serta Informasi dan Komunikasi (SBT 3,43%) dan Properti (SBT 2,65%).

FCE 2026 Catat Transaksi UMKM Rp609 Juta, LoI Ekspor Capai Rp27 Miliar

Akses permodalan juga menunjukkan perbaikan dengan SBT sebesar 13,00%, meningkat dari 11,00% pada triwulan sebelumnya, meskipun fasilitas pendanaan yang fleksibel masih terbatas. Di sisi lain, penggunaan tenaga kerja pada Triwulan II masih menunjukkan tekanan dengan SBT sebesar -1,48%, terutama dipengaruhi oleh penurunan kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian pasca panen dan realisasi belanja modal infrastruktur pemerintah yang umumnya berakselerasi pada semester kedua.

Responden memperkirakan kinerja usaha di Triwulan III 2026 akan tetap tumbuh positif meskipun sedikit melambat, dengan perkiraan SBT sebesar 31,25%. Optimisme ini terutama berasal dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 11,00%), Informasi dan Komunikasi (SBT 5,72%), Perdagangan Besar dan Eceran serta Perbaikan Kendaraan Bermotor (SBT 4,41%), dan Administrasi Pemerintah serta Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 3,60%).

Selain itu, permintaan akan tenaga kerja diperkirakan akan meningkat signifikan dengan SBT sebesar 8,72%, sementara tekanan harga yang diterima diperkirakan akan mereda dengan SBT sebesar 14,58% seiring dengan masuknya pasokan hasil panen gandum dan komoditas lainnya.(lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement