NTTBersuara.id,KUPANG, — Sektor akomodasi dan makan minum menjadi potensi ekonomi dengan skor tertinggi dalam hasil sementara penelitian Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Kota Kupang Tahun 2026.
Sektor tersebut mencatat skor rata-rata 3,912 dari skala 1 sampai 5. Temuan itu terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Penelitian KPJU Unggulan UMKM Kota Kupang Tahun 2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Senin 28 September 2026
Narasumber dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Rere Paulina Bibiana, S.E., M.Si., mengatakan penelitian KPJU merupakan kerja sama Bank Indonesia dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unwira.
“Kita akan menemukan di setiap kecamatan kira-kira produk atau komoditi apa yang merupakan unggulan,” kata Rere dalam FGD tersebut.
Penelitian dilakukan di enam kecamatan di Kota Kupang dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain pemasaran, ketersediaan bahan baku, serta peluang pengembangan usaha.
Selain akomodasi dan makan minum yang memperoleh skor 3,912, sektor jasa lainnya berada di posisi berikutnya dengan skor 3,907. Kemudian perdagangan 3,880, kesenian, olahraga dan rekreasi 3,591, transportasi dan penyimpanan 3,474, serta industri 3,161.
Sementara itu, sektor pertanian dan peternakan memperoleh skor 2,092, penerbitan, penyiaran serta produksi dan distribusi konten 1,980, perikanan 1,970, dan kehutanan 0,526.
Rere menjelaskan, tingginya skor sektor akomodasi dan makan minum menunjukkan adanya potensi yang cukup kuat pada sektor tersebut. Kondisi ini dinilai sejalan dengan karakter Kota Kupang sebagai wilayah perkotaan sekaligus daerah pesisir.
Potensi itu antara lain mencakup usaha hotel, kos, restoran serta berbagai jenis usaha makanan dan minuman.
Meski demikian, hasil tersebut masih bersifat sementara dan perlu dikonfirmasi melalui FGD bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Penelitian KPJU juga tidak hanya melihat potensi berdasarkan sektor secara agregat, tetapi memetakannya hingga tingkat kecamatan. Tim peneliti mengumpulkan data dari responden di tingkat kecamatan, termasuk camat, sekretaris camat dan kepala seksi yang membidangi pemberdayaan masyarakat.
Selain pengumpulan data, tim juga melakukan observasi dan konfirmasi lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi usaha di masing-masing wilayah.
Jadi Dasar Kebijakan UMKM
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., mengatakan penelitian KPJU tidak hanya bertujuan menentukan produk atau jenis usaha dengan nilai tertinggi.
Menurut dia, penelitian tersebut penting untuk membantu pemerintah membaca arah perkembangan ekonomi Kota Kupang berdasarkan data.
“FGD ini sangat penting karena ini bukan semata-mata untuk mengidentifikasi produk atau jenis usaha yang unggul, tetapi lebih dari itu kita sedang memandang arah ekonomi Kota Kupang,” ujar Ignasius.
Ia mengatakan hasil penelitian yang objektif dan berbasis data dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan UMKM.
Data tersebut juga diharapkan membantu pemerintah menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Yang kita butuhkan bukan hanya data, tetapi bagaimana data itu kemudian menjadi dasar untuk mengambil kebijakan,” katanya.
Ignasius berharap hasil penelitian KPJU tidak berhenti pada data dan skor, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang mendorong pertumbuhan usaha, memperluas kesempatan ekonomi, serta membuka ruang investasi di Kota Kupang.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang, Bank Indonesia, akademisi, dunia usaha dan perbankan.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor diperlukan agar pemetaan potensi ekonomi tidak hanya kuat secara akademis, tetapi juga sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Hasil penelitian KPJU nantinya diharapkan memberikan gambaran mengenai kekuatan ekonomi setiap wilayah sekaligus menjadi informasi bagi pemerintah, pelaku usaha dan calon investor dalam melihat peluang pengembangan usaha di Kota Kupang.
“Setiap wilayah memiliki potensi. Tantangannya adalah menemukan potensinya, memperkuat ekosistemnya, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. (lya)



Komentar