NTTBersuara.id,KUPANG,–Rapat Kerja (Raker) Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 digelar dengan tujuan menyusun strategi pembinaan atlet serta memastikan kontingen NTT mampu bersaing di PON XXII Tahun 2028 yang akan diselenggarakan bersama Nusa Tenggara Barat (NTB).
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Gubernur NTT pada Rabu 12 Juli 2026 dihadiri Ketua KONI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad Sani, seluruh pengurus KONI Provinsi NTT, para ketua KONI kabupaten/kota se-NTT, serta perwakilan dinas pemuda dan olahraga kabupaten/kota.
“Kesiapan Atlet Jadi Prioritas Utama”
Ketua KONI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad Sani menegaskan bahwa pembinaan atlet sejak dini menjadi kunci keberhasilan kontingen NTT di PON mendatang. “Kita harus memastikan setiap atlet memiliki akses terhadap pelatihan berkualitas, fasilitas yang memadai, serta dukungan kesehatan dan nutrisi yang optimal. Target kita tidak hanya berpartisipasi, tetapi masuk dalam 10 besar peringkat umum PON,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi capaian kontingen NTT pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara tahun lalu menunjukkan prestasi yang cukup memuaskan, namun masih ada ruang untuk perbaikan. “Kita perlu mengoptimalkan potensi cabang olahraga yang menjadi unggulan di NTT seperti bulu tangkis, tinju, karate, serta cabang olahraga tradisional yang bisa menjadi kekuatan kita,” tambahnya.
Pemprov NTT Dukung Penyelenggaraan PON 2028
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan dukungan penuh terhadap persiapan kontingen NTT menghadapi PON XXII. “Pemerintah Provinsi siap mendukung segala kebutuhan, mulai dari pembangunan venue hingga pembinaan atlet. Semua harus disiapkan secara matang agar kontingen NTT dapat bersinar di PON mendatang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Olahraga tidak hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang membangun karakter dan kepedulian sosial. Kita harus menjadikan setiap prestasi sebagai kontribusi bagi kemajuan daerah,” jelasnya.
Strategi Pembinaan Atlet Berkelanjutan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Ambros Kodo menjelaskan bahwa pembinaan atlet dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengenalan cabang olahraga di tingkat sekolah dasar hingga pembinaan intensif untuk atlet berprestasi. “Kita telah melakukan pemetaan potensi atlet muda di seluruh kabupaten/kota, serta menyusun program pembinaan yang terstruktur untuk memastikan mereka siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan atlet muda dari berbagai kabupaten menyampaikan antusiasme untuk mengikuti pembinaan dan berkompetisi di PON 2028. Mereka berharap dapat meraih prestasi dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya di NTT.
Menutup acara, Ketua KONI Provinsi NTT mengajak seluruh elemen untuk bersinergi dalam menghadapi PON 2028. “Kita harus bekerja bersama-sama, dari pembangunan venue hingga pembinaan atlet, agar NTT dapat menunjukkan kapasitas terbaiknya sebagai tuan rumah yang sukses,” pungkasnya.(lya)



Komentar