NTTBersuara.id,KUPANG,–Para petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengeluhkan kelangkaan Pupuk NPK Phonska yang diduga terjadi akibat terhambatnya proses bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang. Pupuk bersubsidi ini sangat penting bagi petani karena efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen berbagai tanaman.
Bagi para petani, kelangkaan pupuk ini berpotensi berdampak signifikan pada pertumbuhan tanaman dan hasil panen nantinya. Pemberian pupuk yang tidak tepat waktu dapat menyebabkan penurunan produksi hasil tanaman pertanian.
Setelah menerima laporan dari para petani, Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Usman Husin menyampaikan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi terkait kondisi tersebut.
Anggota DPR RI Usman Husin yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu 25 Maret 2025, membenarkan telah menerima laporan dari petani di TTS terkait kelangkaan pupuk NPK Phonska. Menurut informasi yang diterima, permasalahan utama terletak pada proses pembongkaran yang terkendala di Pelabuhan Tenau Kupang.
“Kita harus mendesak pihak terkait agar segera menyelesaikan masalah yang ada di pelabuhan. Distribusi pupuk bersubsidi harus tepat waktu agar tidak mengganggu aktivitas pertanian dan hasil panen para petani,” tegasnya.
Usman Husin mendesak Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, dan Kementerian Perhubungan untuk segera meninjau sistem distribusi pupuk bersubsidi, termasuk Pupuk NPK Phonska, agar dapat sampai ke tangan petani sesuai dengan jadwal yang dibutuhkan.
Sementara itu, seperti dikutip dari Liputan68.com, AVP Operasi Distribusi Bali & Nusra PI, Defri Wahyudi, menyampaikan bahwa terdapat dua kapal yang saat ini membawa pupuk untuk wilayah NTT, yaitu KM BWT Langgeng 011 yang mengangkut pupuk NPK dan KM Kisik Mas V yang membawa pupuk urea. Namun, proses pembongkaran mengalami hambatan akibat antrean kapal yang menunggu di Pelabuhan Tenau.
Pupuk NPK Phonska merupakan pupuk majemuk anorganik yang sangat dibutuhkan petani karena mudah larut dan efektif meningkatkan produktivitas tanaman. Kelangkaan yang terjadi saat ini menjadi kekhawatiran karena bisa berdampak pada produktivitas pertanian di TTS.(lya)



Komentar