NTTBersuara.id, MAUMERE — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat, Yayasan Buddha Suci, dan Maruarar Sirait untuk mempercepat pemulihan hunian warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Dukungan tersebut mencakup bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 rumah dari pemerintah melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), komitmen pembangunan 500 rumah baru dari Yayasan Buddha Suci, serta bantuan pribadi Rp5 miliar dari Maruarar Sirait untuk pembangunan rumah tambahan.
Melki menyampaikan apresiasi tersebut saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores pada Sabtu dan Minggu. Peninjauan dilakukan mulai dari Ngada, Nagekeo, Ende hingga Sikka, setelah sebelumnya gubernur juga memantau kondisi wilayah terdampak dari Labuan Bajo hingga Maumere.
Menurut Melki, dukungan pemerintah pusat merupakan hasil rapat pada 20 Agustus 2026 bersama Menteri PKP, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta tiga pemerintah daerah yang mengalami dampak gempa paling berat.
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menyatakan komitmen memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 1.000 rumah yang dialokasikan bagi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
“Saya mewakili tiga bupati dan warganya yang terdampak, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami,” kata Melki.
Yayasan Buddha Suci Bangun 500 Rumah
Selain dukungan pemerintah, kebutuhan hunian warga terdampak gempa juga mendapat perhatian dari lembaga sosial.
Melki mengatakan Yayasan Buddha Suci telah berkomitmen membangun 500 unit rumah baru bagi masyarakat terdampak di tiga kabupaten tersebut.
“Yayasan Buddha Suci juga sudah berkomitmen untuk pembangunan 500 unit rumah baru,” ujar Melki.
Yayasan tersebut sebelumnya juga terlibat dalam pembangunan rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Sementara itu, dukungan juga datang dari Maruarar Sirait secara pribadi dalam bentuk bantuan senilai Rp5 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk membantu pemerintah daerah membangun rumah tambahan di luar program 1.000 rumah yang mendapat dukungan pemerintah pusat.
Melki berharap dukungan berbagai pihak tersebut dapat mempercepat pemulihan masyarakat Flores yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat gempa.
“Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama,” katanya.
Rumah Rusak Juga Akan Diperbaiki
Melki menegaskan, pembangunan hunian pascagempa menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. Karena itu, penanganan tidak hanya difokuskan pada pembangunan rumah baru, tetapi juga perbaikan rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Ia mengatakan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah sangat penting agar bantuan perumahan dapat segera direalisasikan dan diterjemahkan menjadi pembangunan rumah bagi masyarakat.
Dalam rapat 20 Agustus 2026, Melki hadir bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT dan tiga kepala daerah yang wilayahnya terdampak, yakni Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, yang masing-masing didampingi kepala dinas PUPR.
“Terima kasih juga kepada Pak Tito Mendagri dan Pak Nusron Menteri ATR/BPN,” ujar Melki.
Melki menambahkan, dukungan dari pemerintah pusat, lembaga sosial, dan pihak swasta diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak gempa.
Untuk tahap awal, perhatian utama diarahkan kepada tiga kabupaten yang mengalami dampak paling berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. Sementara kabupaten terdampak lainnya akan masuk dalam penanganan dan dukungan pada tahap berikutnya.
(lya)



Komentar