GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
KESEHATAN
Beranda » Berita » Deteksi Dini TBC Pada Anak Jadi Fokus Utama Kota Kupang, Lintas Sektor Bergerak Bersama

Deteksi Dini TBC Pada Anak Jadi Fokus Utama Kota Kupang, Lintas Sektor Bergerak Bersama

Deteksi Dini TBC Pada Anak Jadi Fokus Utama Kota Kupang, Lintas Sektor Bergerak Bersama

NTTBersuara.id, KUPANG,– Dinas Kesehatan Kota Kupang memperkuat deteksi dini tuberkulosis (TBC) pada anak menyusul masih rendahnya penemuan kasus di kelompok usia tersebut. Dari sekitar 35.000 anak, kasus TBC yang telah ditemukan baru sekitar 14 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Rabu 23 September 2026 mengatakan perhatian terhadap anak perlu diperkuat karena anak memiliki hak untuk lahir, tumbuh, dan berkembang dalam kondisi sehat.

“Anak itu harus dilahirkan sehat, dibesarkan secara sehat, dan hak-haknya dipenuhi. Makanya sekarang kita konsen ke situ,” kata Retnowati.

Menurut Retnowati, perhatian terhadap anak juga penting karena dari penelusuran terhadap kasus pada orang dewasa ditemukan banyak orang yang berada di sekitar mereka. Dari sekitar 3.000 orang yang dilakukan tracing, sekitar 180 orang dewasa menderita TBC.

Kondisi itu, kata dia, perlu ditindaklanjuti karena orang dewasa yang terinfeksi dapat berada dalam lingkungan yang sama dengan anak-anak.

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama, 31 Asuransi Kesehatan Tambahan Kini Terlibat KAPJ

“Yang selingkar dengan mereka ada anak-anak juga. Ini perlu kita lihat supaya masa depannya lebih bagus,” ujarnya.

Retnowati menjelaskan, rendahnya angka penemuan pada anak bukan berarti kasus TBC pada kelompok tersebut sedikit. Penemuan kasus masih perlu ditingkatkan melalui pemeriksaan dan skrining yang lebih luas.

Salah satu mekanisme penemuan yang selama ini berjalan adalah passive case finding. Anak yang datang berobat karena keluhan tertentu dapat diketahui ternyata juga menderita TBC.

“Orang bilang demam biasa, padahal itu bisa menjadi gejala awal TBC karena terinfeksi bakteri,” kata Retnowati.

Ia menyebut target pemeriksaan atau skrining perlu diperluas hingga 90 persen. Setelah kasus ditemukan, cakupan pengobatan ditargetkan mencapai 95 persen, sedangkan keberhasilan pengobatan diharapkan mencapai 90 persen.

Pemkot Kupang Perkuat Penanggulangan AIDS, TB, dan Malaria Menuju Eliminasi 2030

Untuk mengejar target tersebut, penguatan kapasitas dilakukan di seluruh puskesmas di Kota Kupang. Penanganan TBC juga diperluas melalui pendekatan lintas sektor, termasuk melibatkan guru dan penyelenggara PAUD.

Retnowati mengatakan guru PAUD perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai deteksi dini karena anak usia dini menghabiskan banyak waktu di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan intervensi terhadap PAUD dan TK menjadi penting karena terdapat sekitar 270 satuan PAUD/TK di Kota Kupang.

Menurut Ernest, anak usia satu hingga enam tahun merupakan kelompok yang masih rentan. Deteksi dini diperlukan agar gangguan kesehatan, termasuk TBC, dapat diketahui lebih cepat dan tidak menghambat pertumbuhan anak.

“Kalau deteksi dini tidak dilakukan pada umur satu sampai enam tahun, pertumbuhan mereka juga akan terganggu,” kata Ernest.

Pemkot Kupang Hadir Lebih Awal: Cegah dan Lindungi Perempuan dari Ancaman Kanker Serviks & Payudara

Karena itu, guru dan penyelenggara PAUD didorong memahami cara melakukan deteksi dini serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dinas Pendidikan telah melakukan sejumlah upaya, salah satunya melalui bimbingan teknis bagi penyelenggara PAUD mengenai informasi dasar deteksi dini pada anak.

Program tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama PKK Kota Kupang dan Dinas Kesehatan, termasuk melibatkan kepala-kepala puskesmas.

Upaya lintas sektor ini diarahkan untuk memperluas penemuan kasus TBC pada anak sehingga anak yang terinfeksi dapat segera diperiksa dan memperoleh pengobatan. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement