NTTBersuara.id, JAKARTA, — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir dan tanah longsor di dua kabupaten di Aceh, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, serta banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Minggu 11 Oktober 2026
Banjir di Padang berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa. Selain itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa, sementara pendataan dan evakuasi warga masih berlangsung.
Sementara itu, banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menghambat akses transportasi. Adapun karhutla di Kabupaten Merauke tersebar di 10 distrik, dengan luas lahan terbakar di sembilan lokasi yang telah terdata mencapai sekitar 63 hektare.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan perkembangan penanganan bencana tersebut berdasarkan pemutakhiran data sejak Sabtu (10/10) hingga Minggu (11/10) pukul 07.00 WIB.
Banjir dan longsor di Aceh
Di Kabupaten Gayo Lues, banjir dan tanah longsor terjadi pada Jumat (9/10) setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Bencana ini berdampak pada Kecamatan Blangkejeren dan Dabun Gelang.
Wilayah terdampak meliputi Desa Kala Pinang dan Desa Leme di Kecamatan Blangkejeren, serta Desa Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang. Berdasarkan laporan sementara, satu kepala keluarga terdampak, sedangkan pendataan kerusakan dan dampak lainnya masih berlangsung.
Satu unit rumah dan satu jembatan dilaporkan terdampak. Sementara itu, dampak terhadap lahan persawahan dan tiga akses jalan masih dalam pendataan.
Material longsor juga menutup total Jalan Nasional lintas Blangkejeren–Takengon. Untuk menangani kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, PUPR/HK, dan instansi terkait mengerahkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor.
Hingga Sabtu (10/10), air dilaporkan telah surut. Namun, pembersihan sisa material banjir dan longsor masih berlangsung. BPBD Kabupaten Gayo Lues juga terus melakukan pemantauan dan bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara. Hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, dan Babussalam.
Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju, Desa Pulonas Baru, dan Desa Pulo Latong. Selain menghambat akses transportasi akibat material longsor yang menutup ruas jalan Kutacane–Blangkejeren, kejadian tersebut menyebabkan satu tanggul jebol.
Bangunan pengambilan air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara juga dilaporkan hanyut.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah mengerahkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. Hingga Sabtu (10/10), air dilaporkan surut, tetapi pembersihan material masih berlangsung. Data korban dan dampak terhadap masyarakat masih dalam pendataan.
Karhutla meluas di Merauke
Di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi pada Jumat (9/10) pukul 18.00 WIT dan tersebar di 10 distrik.
Berdasarkan pendataan sementara, luas lahan terbakar di sembilan lokasi mencapai sekitar 63 hektare. Sementara itu, luas kebakaran di Kampung Kondo, Distrik Nokenjere, masih dalam pendataan. Penyebab kebakaran juga masih diselidiki.
Sepuluh distrik yang terdampak meliputi Kurik, Nokenjere, Sota, Tanah Miring, Eli Kobel, Muting, Subur, Ilwayab, Ngguti, dan Kaptel.
Luas kebakaran terbesar yang telah terdata berada di Desa Bumun, Distrik Eli Kobel, dengan perkiraan mencapai 20 hektare. Kebakaran di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, mencapai sekitar 9 hektare.
Sementara itu, kebakaran di Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, dan Kampung Salam Epe, Distrik Ngguti, masing-masing mencapai sekitar 7 hektare.
Di Desa Sota, Distrik Sota, dan Desa Sarmayam Indah, Distrik Tanah Miring, luas lahan terbakar masing-masing sekitar 5 hektare. Kebakaran di Desa Set Agung, Distrik Muting, mencapai sekitar 4 hektare.
Adapun kebakaran di Kampung Wakai, Distrik Subur, dan Kampung Ihalik, Distrik Kaptel, masing-masing diperkirakan mencapai 3 hektare.
BPBD Provinsi Papua Selatan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Merauke dan pihak distrik untuk melakukan pendataan serta penanganan. Upaya tersebut melibatkan BPBD, pemadam kebakaran, dan Satuan Polisi Pamong Praja, dengan dukungan satu mobil water supply, satu mobil patroli, serta dua sepeda motor patroli karhutla.
Berdasarkan kondisi terakhir pada Sabtu (10/10), api di Kampung Harapan Makmur, Desa Sota, Desa Sarmayam Indah, dan Desa Bumun telah padam dan memasuki tahap pendinginan. Kebakaran di Desa Set Agung masih ditangani, sedangkan penanganan di Kampung Wanam dan Kampung Salam Epe dilakukan oleh pihak perusahaan.
Sementara itu, kebakaran di Kampung Kondo, Kampung Wakai, dan Kampung Ihalik belum dapat ditangani karena lokasi yang jauh dan sulit dijangkau.
Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat karhutla tersebut.
Banjir Padang, ratusan warga mengungsi
Banjir masih berdampak pada sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur daerah tersebut pada Sabtu (10/10).
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat per Minggu (11/10) pukul 03.34 WIB, banjir melanda tiga kecamatan dan enam kelurahan. Hingga laporan tersebut diterima, air belum surut dan proses pendataan serta evakuasi masih berlangsung.
Tiga kecamatan terdampak adalah Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Adapun enam kelurahan yang dilaporkan terdampak meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Pendataan sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 672 jiwa lainnya dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushalla Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa.
Dari sisi kerusakan, satu rumah dilaporkan rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 rumah terdampak banjir. Akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.
BPBD Kota Padang bersama instansi terkait melakukan kaji cepat, pendataan, dan evakuasi warga. Tim SAR gabungan dilaporkan telah mengevakuasi 238 jiwa.
Penanganan melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat.
Bantuan kebutuhan dasar juga telah disalurkan kepada warga terdampak dan pengungsi. Bank Nagari bersama Bagian Umum Pemerintah Kota Padang menyalurkan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang mendistribusikan 100 selimut.
Dinas Sosial Kota Padang turut menyalurkan 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket family kit, 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur. Bantuan didistribusikan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai tujuan penyaluran masing-masing instansi.
Wali Kota Padang bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat juga meninjau kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan penanganan dan evakuasi warga berjalan sesuai kebutuhan.
Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu rekomendasi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
BNPB imbau masyarakat waspada
BNPB mendorong pemerintah daerah dan unsur terkait mengoptimalkan penanganan darurat, memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi, serta memastikan keselamatan masyarakat.
Masyarakat di wilayah rawan banjir dan tanah longsor diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama. Warga juga diminta mengenali potensi bahaya di sekitar tempat tinggal dan segera menuju lokasi yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan.
Terkait karhutla, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kemunculan titik api kepada pihak berwenang.
BNPB juga meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah daerah serta petugas penanggulangan bencana.(lya)



Komentar