NTTBersuara.id, KUPANG,– Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga 20 Januari 2026.
Peringatan dini ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Beberapa daerah di NTT berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat, serta angin kencang.
Pada 18 Januari, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem adalah Manggarai Barat hingga Kabupaten Kupang.
Pada 19 dan 20 Januari, potensi cuaca ekstrem meluas ke wilayah lain seperti Flores Timur, Alor, Belu, hingga Sabu Raijua.
BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh Monsun Asia, pergerakan dua Bibit Siklon Tropis, serta aktivitas Gelombang Rosby dan Madden Julian Oscillation (MJO).
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. (lya)



Komentar