NTTBersuara.id,KUPANG,– Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Peringatan ini berlaku mulai 17 hingga 23 Januari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di NTT saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. “Sebagian besar wilayah NTT saat ini berada pada puncak musim hujan,” ujarnya.
Selain itu, terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah utara Benua Australia yang berpotensi berkembang menjadi siklon tropis.
“Kondisi atmosfer ini membentuk daerah perlambatan, belokan, dan pertemuan angin di wilayah NTT,” jelas Nenotek.
BMKG menetapkan status waspada untuk seluruh wilayah NTT dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan,” imbau BMKG.
BMKG juga mengingatkan potensi banjir lahar hujan di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur.(lya)



Komentar