NTTBersuara.id, JAKARTA, –Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru (new source of economic growth). Sepanjang Semester I 2026, berbagai program pengembangan ekonomi syariah di NTT mencatatkan hasil positif, mulai dari peningkatan literasi hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Rangkaian kegiatan tersebut mampu menghasilkan total penjualan UMKM sebesar Rp1.218.148.000. Selain itu, edukasi ekonomi dan keuangan syariah yang dilaksanakan sepanjang Semester I 2026 mencatatkan rata-rata tingkat pemahaman peserta sebesar 92,61 persen. KPwBI NTT juga memfasilitasi kesepakatan pembiayaan syariah senilai Rp1 miliar bagi UMKM Tahu Kejora melalui sinergi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Berbagai capaian tersebut sejalan dengan semangat “Kebaikan untuk Semua” yang diusung dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.
Pembukaan ISEF 2026 pada Rabu (14/10/2026) menegaskan komitmen penguatan ekonomi dan keuangan syariah nasional. Gelaran ini menghadirkan lebih dari 100 kegiatan dan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dalam ekonomi syariah global. Sementara itu, rantai nilai halal domestik tumbuh sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026.
Pembukaan ISEF 2026 dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain pimpinan dan anggota DPR RI, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Agusman dan Dicky Kartikoyono, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Ketua Badan Wakaf Indonesia Kamaruddin Amin, serta Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlul Imansyah.
Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia meluncurkan tiga inisiatif strategis, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct, Zakat Core Principles 2.0, dan program beasiswa internasional yang bersumber dari keuangan sosial syariah. Ketiga inisiatif ini diharapkan memperkuat dukungan terhadap visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029.
Pengembangan Ekosistem Syariah di NTT
Di Nusa Tenggara Timur, pengembangan ekonomi syariah dilakukan dengan mengedepankan prinsip inklusivitas dan kemanfaatan bagi masyarakat luas, sesuai dengan karakteristik NTT yang majemuk.
KPwBI NTT menjalankan pendekatan terintegrasi melalui peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, pengembangan pelaku usaha syariah (PUS) dan pondok pesantren, fasilitasi sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan dan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ZISWAF), hingga penguatan akses pasar.
Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan melalui sinergi dengan para pemangku kepentingan meliputi Bazar Ramadan, perlombaan Ramadan, serta Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026 bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT. Kegiatan Halal Festival dan Tabligh Akbar tersebut dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung.
Selain mendorong transaksi UMKM, program edukasi juga menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Capaian tingkat pemahaman peserta sebesar 92,61 persen menjadi salah satu hasil dari pelaksanaan edukasi sepanjang Semester I 2026.
Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren
Penguatan ekonomi pondok pesantren juga menjadi bagian dari strategi KPwBI NTT dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang produktif dan berkelanjutan.
Pada Selasa (13/10/2026), KPwBI NTT mengikuti kegiatan Silaturahim Pesantren ISEF 2026 secara daring bersama enam pondok pesantren mitra, yakni Pondok Pesantren Walisanga Ende, Pancasila Reo, Ar-Rohimah Pota, Insan Kamil Flobamorata Labuan Bajo, Hidayatullah Batakte di Kabupaten Kupang, dan Al-Quran Cijantung 7 Alor.
Dua pondok pesantren mitra tersebut terpilih sebagai finalis program unggulan Bank Indonesia pada 2026. Pondok Pesantren Walisanga Ende menjadi satu dari 80 finalis program Tani Berkah Indonesia dan memperoleh dukungan sarana rumah kaca (greenhouse) untuk budidaya hortikultura.
Dukungan tersebut diberikan setelah KPwBI NTT mendampingi pesantren dalam penyusunan model bisnis, pencatatan laporan keuangan, serta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).
Sementara itu, Pondok Pesantren Pancasila Reo terpilih sebagai satu dari 200 finalis program Air Berkah Indonesia. Pesantren tersebut memperoleh dukungan sarana untuk pengembangan unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), setelah mendapatkan pendampingan dalam penyusunan model bisnis dan pelaksanaan survei kualitas air.
Atas konsistensinya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah, KPwBI NTT juga memperoleh penghargaan sebagai Penggiat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT pada 2026.
Ke depan, KPwBI NTT akan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi NTT, Kantor Wilayah Kementerian Agama, pondok pesantren, lembaga keuangan, dan pelaku usaha untuk mengembangkan ekonomi syariah serta meningkatkan daya saing UMKM NTT.
Melalui kolaborasi tersebut, ekonomi syariah diharapkan tidak hanya memperluas akses pembiayaan dan pasar, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas (lya)



Komentar