NTTBersuara.id,KUPANG, –Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti Bootcamp UMKM Ekspor 2026 untuk memperkuat kesiapan produk dan kapasitas usaha menembus pasar internasional.
Kegiatan bertema “Berdaya Saing, Siap Mendunia” tersebut digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT serta Akademi Mudah Ekspor pada 14-15 September 2026.
Bootcamp yang berlangsung selama dua hari di Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan UMKM agar lebih siap menghadapi calon pembeli dari pasar global.
Dari 98 UMKM yang mendaftar, sebanyak 50 UMKM terpilih melalui proses kurasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM KI & Syariah Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Reyza Lisembina B., mengatakan kesiapan menjadi eksportir tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk.
Menurut dia, pelaku UMKM juga perlu memastikan kontinuitas produksi, memenuhi standar, memahami pasar tujuan, serta memiliki kemampuan bernegosiasi dengan calon pembeli.
“Menjadi eksportir bukan proses yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi dibangun melalui kesiapan produk, ketepatan membaca pasar, konsistensi memenuhi standar, serta keberanian untuk terus belajar dan membuka jejaring baru,” ujar Reyza.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, mengatakan NTT memiliki beragam produk unggulan yang berpeluang dipasarkan ke luar negeri.
Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan.
“NTT memiliki produk unggulan yang berpotensi menjangkau pasar internasional. Potensi ini perlu didukung dengan kualitas yang konsisten, kapasitas produksi yang memadai, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar tujuan,” kata Zet.
Ia berharap sinergi pemerintah, BI, dan mitra terkait dapat membantu UMKM NTT membangun kemitraan usaha sekaligus menindaklanjuti peluang ekspor secara berkelanjutan.
Penguatan kapasitas ekspor menjadi penting di tengah perkembangan perdagangan luar negeri NTT.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor NTT pada Januari-Juni 2026 tercatat 32,03 juta dollar AS. Angka tersebut turun 10,62 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Meski demikian, NTT masih mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 29,78 juta dollar AS.
Sejumlah produk unggulan NTT yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di pasar global antara lain pangan olahan, kopi, kemiri dan produk turunannya, serta wastra.
Dalam bootcamp tersebut, peserta mendapat pembekalan dari Fernanda Reza Muhammad dan Zahra Margautami dari Akademi Mudah Ekspor.
Materi yang diberikan diarahkan agar UMKM menjadi lebih buyer-ready atau siap menawarkan produk dan memenuhi kebutuhan calon pembeli.
Materi meliputi pemetaan pasar, penyusunan harga dan penawaran komersial, manajemen risiko pembayaran, komunikasi dan negosiasi bisnis.
Peserta juga mendapat penguatan terkait profil usaha, katalog produk, pemasaran digital, hingga kemampuan melakukan export pitching.
Disiapkan untuk business matching
Bootcamp UMKM Ekspor 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju business matching ekspor dalam ajang Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memiliki target pasar yang lebih jelas, materi penawaran yang lebih siap, serta rencana tindak lanjut untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis dengan calon pembeli.
Bank Indonesia Provinsi NTT bersama pemerintah daerah dan mitra terkait terus mendorong penguatan kapasitas UMKM agar mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. (lya)



Komentar