NTTBersuara.id,KUPANG, –Sebanyak 614 atlet pelajar dari 43 tim mengikuti Turnamen Bola Voli Antar-Pelajar SMA/SMK GAMKI–PBVSI Cup I Sedaratan Timor, Rote, Sabu, dan Alor. Ajang ini menjadi bagian dari upaya menjaring dan membina atlet muda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Turnamen tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Lapangan Outdoor GOR Oepoi, Kupang, Kamis 15 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Melki menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga harus menjadi sarana pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, dan persaudaraan di kalangan generasi muda.
“Kita ingin generasi muda NTT tidak hanya menjadi penonton kemajuan, tetapi menjadi pelaku dan pencipta prestasi. Pembangunan olahraga tidak boleh berhenti pada hasil pertandingan, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter, disiplin, dan persaudaraan. Dari lapangan pelajar ini, kita siapkan jalan menuju PON XXII Tahun 2028,” kata Melki.
Ia berharap turnamen yang digagas DPD GAMKI NTT bersama Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) NTT tersebut dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu memperkuat kontingen NTT pada kompetisi tingkat nasional.
Melki juga berpesan kepada seluruh atlet agar menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Ia meminta wasit menjalankan tugas secara adil dan para suporter “Kiranya dari ajang yang dimulai hari ini ada putra dan putri asal NTT yang menjadi wakil pada penyelenggaraan PON. Tampilkan yang terbaik. Saya berpesan agar bertanding dengan sportif serta berikan kemampuan dan teknik terbaik. Para wasit agar selalu berlaku adil, dan seluruh suporter memberikan dukungan terbaiknya,” ujarnya.
GAMKI: Bakat Pelajar NTT Perlu Ruang Kompetisi
Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Rondo, mengatakan turnamen tersebut digelar untuk menjawab kebutuhan sekolah dan keluarga akan ruang kompetisi olahraga yang berkualitas bagi para pelajar.
Menurut Winston, NTT memiliki banyak anak muda berbakat yang membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui pertandingan yang terarah dan berkelanjutan.
“Anak-anak NTT punya bakat besar. Ajang ini membawa semangat sekolah dan harapan orang tua. Medali masa depan dan mimpi anak-anak kita mulai diperjuangkan hari ini,” kata Winston.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Provinsi NTT sekaligus unsur Majelis Sinode Harian (MSH) Sinode GMIT, Emi Nomleni. Ia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang membuka ruang pembinaan positif bagi generasi muda.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov PBVSI NTT menekankan pentingnya konsistensi pembinaan atlet sejak usia sekolah agar potensi yang dimiliki para pelajar dapat berkembang secara optimal.
Diikuti 43 Tim, Hadiah Rp60 Juta
Turnamen GAMKI–PBVSI Cup I diikuti 43 tim, terdiri atas 32 tim putra dan 11 tim putri, dengan total 614 atlet pelajar dari wilayah Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, hingga Alor.
Selain memperebutkan piala bergilir, para peserta juga berkompetisi untuk mendapatkan total hadiah sebesar Rp60 juta.
Ajang ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan olahraga secara berjenjang, sekaligus membuka peluang bagi atlet-atlet muda NTT untuk mengikuti kompetisi yang lebih tinggi.
Para atlet potensial yang terjaring melalui turnamen ini diproyeksikan untuk memperkuat persiapan menghadapi berbagai kompetisi, termasuk Ben Mboi Memorial Cup 2026 dan PON XXII Tahun 2028.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, jajaran Pengprov PBVSI NTT, perwakilan Pemerintah Kota Kupang, sponsor, kepala sekolah, atlet, pelatih, serta ofisial. (lya)



Komentar