GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
HUMANIORA
Beranda » Berita » Wagub NTT Tinjau Krisis Air Bersih di Onatali, 502 KK Terdampak

Wagub NTT Tinjau Krisis Air Bersih di Onatali, 502 KK Terdampak

BA’A, NTTBersuara.id — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma meninjau langsung persoalan air bersih yang selama bertahun-tahun dialami warga Lingkungan Feapopi, Kelurahan Onatali, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao, Minggu 13 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Johni berdialog dengan warga dan melihat langsung kondisi bak penampungan air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.

Persoalan air bersih menjadi keluhan utama warga. Tokoh Masyarakat Lingkungan Feapopi, Daud, mengatakan masyarakat masih bergantung pada Mata Air Oenitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut dia, persoalan tersebut telah berlangsung sejak lama. Sejumlah upaya pemerintah melalui berbagai program, termasuk pembangunan fasilitas penampungan dan sumur bor, belum mampu memenuhi kebutuhan air hingga ke rumah-rumah warga.

“Dari zaman raja sampai sekarang kami masih merasakan hal yang sama. Pemerintah dulu membantu mendekatkan air melalui program PNPM, tetapi air tidak bisa sampai ke rumah-rumah warga karena debit airnya kecil,” kata Daud.

Wawali Kupang Serahkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Gempa Sumba Barat Daya

Kondisi itu membuat warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air secara manual.

“Kalau mau ambil air harus turun ke bawah. Setelah mandi, naik ke rumah sudah capek karena bawa ember,” ujarnya.

Hasil peninjauan Wagub Johni menunjukkan terdapat dua bak penampungan air dengan kapasitas relatif kecil. Sebagian dinding bak juga mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut membuat aliran air dari Mata Air Oenitas belum dapat ditampung secara optimal. Selain itu, kontur wilayah yang menanjak menjadi kendala dalam mengalirkan atau memompa air menuju permukiman warga yang berada di dataran lebih tinggi.

Johni mengatakan Pemprov NTT akan melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan solusi yang paling tepat.

Wagub Johni Lirik Potensi Wisata Bendungan Raknamo, dari Jetski hingga Arena Berkemah

“Kita akan kirim orang untuk survei terlebih dahulu. Bak penampungan bisa kita perbesar sehingga air bisa dipompa naik dengan kuat dan dialirkan langsung ke rumah-rumah warga,” kata Johni.

Jika hasil survei menunjukkan adanya sumber air yang memungkinkan, pemerintah juga akan mempertimbangkan pembangunan sumur bor baru.

Pembenahan infrastruktur air bersih tersebut diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 502 kepala keluarga di Kelurahan Onatali dan wilayah sekitarnya.

Selain air bersih, warga juga menyampaikan persoalan jaringan telekomunikasi yang lemah. Kondisi tersebut disebut semakin terasa setelah infrastruktur jaringan mengalami kerusakan akibat Badai Seroja.

Daud mengatakan lemahnya jaringan mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak sekolah dan pelayanan administrasi pemerintahan yang kini banyak menggunakan aplikasi digital.

Wagub Johni: Pembangunan Perbatasan NTT Harus Terintegrasi, Jangan Ada Ego Sektoral

“Jaringan internet di sini sangat jelek sejak tower rusak diterjang Badai Seroja. Anak-anak sekolah kesulitan mengerjakan tugas dan pelayanan di kantor kecamatan juga terganggu,” ujarnya.

Johni menegaskan penyelesaian persoalan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga diminta ikut menjaga sumber mata air agar debitnya tetap tersedia.

“Pemerintah berupaya membangun jalurnya, tetapi masyarakat juga harus bersama-sama menjaga kelestarian Mata Air Oenitas agar debit airnya tetap terjaga,” kata Johni.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTT menyerap langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan penanganan persoalan dasar dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. (lya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement