NTTBersuara.id,KUPANG, –Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menanam puluhan anakan pohon di kawasan dua sumber mata air, Oelnaipaut dan Oelnaineno, Kelurahan Bello, Kota Kupang, Sabtu 4 Juli 2026. Kegiatan penghijauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kawasan resapan air yang menjadi penyangga kebutuhan air tanah di Kota Kupang.
Beragam jenis anakan pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, antara lain trembesi, ketapang, pinang, jambu kristal, serta beberapa jenis pohon pelindung lainnya. Pohon-pohon itu dipilih karena dinilai mampu memperkuat kawasan resapan air dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
Ketua Panitia kegiatan, Yoppi Lati, mengatakan aksi penanaman pohon merupakan bentuk kepedulian alumni GMNI terhadap pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan sumber mata air yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Menurut dia, menjaga sumber mata air tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat.
Salah seorang panitia, Vinsen Bureni, berharap penanaman pohon tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan sumber air tanah di Kota Kupang pada masa mendatang. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan itu sangat bergantung pada perawatan tanaman, terutama karena saat ini telah memasuki musim kemarau.
“Kami berharap masyarakat sekitar ikut menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik. Dengan demikian, kawasan sumber mata air tetap lestari dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Salah seorang warga sekitar, Yusuf Tuan, menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Alumni GMNI Cabang NTT atas kepedulian mereka terhadap kelestarian lingkungan di kawasan sumber mata air Bello. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan warga dalam menjaga aset lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Kota Kupang.
Usai kegiatan penanaman, para peserta bersama warga sekitar menikmati jamuan sederhana sebagai bentuk kebersamaan sebelum mengakhiri kegiatan.
(goe)

Komentar