NTTBersuara.id, KUPANG,– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis data terbaru mengenai profil kemiskinan, tingkat ketimpangan pengeluaran, keadaan ketenagakerjaan, dan pertumbuhan ekonomi pada Kamis, 5 Februari 2026. Rilis dilaksanakan secara online streaming setelah rilis BPS RI.
Kepala BPS NTT, Matamira B Kale, menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 17,50 persen, menurun 1,10 persenpoin terhadap Maret 2025 dan menurun1,52 persenpoin terhadap September 2024.
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 76,24 ribu orang terhadap September 2024.
Garis Kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar Rp563.052,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanansebesar Rp425.350,- (75,54 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp137.702,- (24,46 persen).
Pada September 2025, tingkatketimpangan pengeluaran pendudukProvinsi NTT yang diukur menggunakan Gini Ratioadalahsebesar 0,322.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 20,43 persen.
Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2025 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. (lya)

Komentar