NTTBersuara.id, KUPANG,– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan pujian setinggi langit kepada Kerukunan Keluarga Bima Dompu (KKBD) Kota Kupang atas kontribusi nyata mereka dalam pembangunan sosial dan kebinekaan di Kota Kupang. Hal ini diungkapkan saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) VI KKBD Kota Kupang, Minggu 8 Februari 2026 di Aula Rumah Singgah KKBD
Kehadiran Wali Kota dalam Muscab tersebut, meski di hari libur, menjadi bukti nyata penghormatannya terhadap peran besar KKBD dalam pembangunan Kota Kupang. Ia mengakui bahwa kemajuan Kota Kupang tak lepas dari kontribusi berbagai komunitas, termasuk KKBD yang telah lama berkiprah di berbagai bidang.
“KKBD sudah menyumbang banyak bagi Kota Kupang, mulai dari ide, gagasan, pemikiran, hingga karya nyata di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar Wali Kota dengan tulus.
Wali Kota juga mengagumi Rumah Singgah KKBD yang tak hanya bermanfaat bagi warga Dompu, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Ini menunjukkan bahwa KKBD bukan hanya komunitas eksklusif, melainkan inklusif dan peduli sesama.
Dalam pidatonya, Wali Kota menggunakan metafora kapal untuk menggambarkan peran komunitas. Ia menekankan bahwa komunitas sejati tidak hanya “bersandar di dermaga”, tetapi “berlayar” menghadapi tantangan sosial dan memberikan solusi nyata.
“Keluarga Bima Dompu bukan komunitas untuk gagah-gagahan atau sekadar berkumpul, tetapi telah menjadi kapal yang berlayar membelah lautan persoalan dan memberi solusi nyata,” tegasnya dengan penuh semangat.
Wali Kota juga menegaskan bahwa pembangunan kota bukan hanya tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang membangun kualitas manusia, kenyamanan hidup, pendidikan, kesehatan, dan toleransi dalam keberagaman. Ia memandang KKBD sebagai salah satu mosaik indah dalam keberagaman Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang, lanjut Wali Kota, berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan KKBD, termasuk membuka ruang dukungan melalui berbagai mekanisme, baik di bidang sosial kemasyarakatan maupun peningkatan fasilitas penunjang organisasi.
Sementara itu, Ketua KKBD Provinsi NTT, H. Arifin, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kehadiran warga Bima Dompu di Kota Kupang dan NTT bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung sejak masa penjajahan dengan jejak sejarah yang masih bisa ditemukan hingga kini.
H. Arifin juga menyoroti bahwa warga Bima Dompu di Kota Kupang berkiprah di berbagai profesi, mulai dari ASN, dosen, guru, pengusaha, nelayan, petani, anggota kepolisian, hingga tenaga kesehatan.
Ketua Panitia Muscab VI KKBD Kota Kupang, Muhlis, S.E., menambahkan bahwa sebagai organisasi kekerabatan, KKBD Kota Kupang selama ini telah berkontribusi, baik langsung maupun tidak langsung, dalam mendukung pembangunan dan menjaga harmoni sosial di Kota Kupang.
Oleh karena itu, Muscab ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan solidaritas di antara keluarga besar Bima Dompu, serta merumuskan langkah strategis untuk pengembangan organisasi dan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Kota Kupang. (lya)


Komentar